- Diprotes Warga Mengakibatkan Banjir, PT KAM Janji Keruk Kanal yang Makin Mendangkal
- Warga pemilik lahan sawit di beberapa desa di Kecamatan Sembawa, Banyuasin memprotes Perusahaan sawit, PT KAM, karena akibat pembuangan air dari lahan perusahaan sawit tersebut ke kanal primer dipenuhi debit air dan akibatnya air dari lahan sawit warga tidak bisa lagi mengalir ke kanal atau parit tersebut.
Sembawa, Extranews —- Beberapa desa yang terkena dampak akibat penyaluran atau pembuangan air dari lahan sawit milik PT Kasi Agro Mandiri (KAM), yang berlokasi di Sembawa menderita kebanjiran.
Banjir yang saat ini dialami warga di beberapa desa dekat lokasi perusahaan, diduga juga akibat pendangkalan saluran atau parit primer Dusun III Spitis Jaya Desa Limau ini telah digunakan oleh perusahaan sawit PT KAM. Pihak perusahaan sawit menggunakan saluran parit atau kanal tersebut tanpa melakukan perawatan terhadap kanal tersebut. Sehingga kanal itu menyempit dan dangkal serta dipenuhi semak dan rumput.

Salain mengakibatkan banjir di Desa Limau, terdampak akibat luapan air kanal Spitis ini juga dialami warga Desa Limbang Mulya, Sako Makmur. Banjir luapan air juga mengakibatkan terendamnya pemukiman warga desa dan lahan sawit yang dimiliki oleh warga.
Mediasi Antara PT KAM dan Warga
Atas keluhan dan protes dari warga tersebut, melalui fasilitasi Camat Sembawa diadakan pertemuan antara Kades, tokoh masyarakat setempat dan pihak perusahaan PT KAM.
Pertemuan yang berlangsung di kantor Camat Sembawa, langsung dipimpin oleh Camat Sembawa, Drs Erman Taufik MM, Jumat (12/12).
Sedangkan dari PT KAM dihadiri perwakilan menajemennya yaitu oleh Boni, hadir juga Kades Sako Makmur Abdul Aziz dan tokoh masyarakat setempat Haliman dan Rasyid.
Menurut Camat Erman, dalam pertemuan tersebut meminta agar ada solusi oleh manajemen PT KAM, berkaitan dengan masalah yang dihadapi oleh warga di beberapa desa tersebut. Keluhan juga disampaikan dari Sekdes Desa Limau, Kades Sako Makmur, juga Aliman, tokoh masyarakat dari Desa Limau.
Haliman, sebagai tokoh masyarakat di Limau menunjukkan foto-foto dampak pengaliran pembuangan air yang selama ini dilakukan oleh PT KAM. “Selama ini tidak ada perhatian dan kepedulian dari PT KAM,” ujar Haliman. Kalau pun PT KAM tidak bisa membantu berkaitan dengan normalisasi kanal atau parit primer tersebut, agar PT KAM menutup pintu atau pembatas aliran ke kanal primer tersebut.
Akibat dari meluapnya air dari kana parit primer tersebut, ujar Haliman saat ini warga kesulitan beraktivitas bahkan untuk memanen sawit di lahan yang terdampak banjir harus menggunakan perahu. Belum lagi proses perawatan lahan sawit termasuk proses memupuk lahan sawit tersebut.
Sementara itu Boni, perwakilan dari PT KAM akan segera menindaklanjuti dan menurut Boni, dari perusahaan juga secara lisan telah membicarakan akan menormalisasi kanal arau parit yang dipersoalkan saat ini. “Segera akan dilaporkan dan pihak perusahaan mempersilakan dari kecamatan mengunjungi lokasi dan menindaklanjutinya di lapangan,” ujar Boni.
Namun demikian Camat Erman Taufik, berharap agar dari PT KAM membuat komitmen secara tertulis dan dengan demikian bisa menjadi pegangan bagi warga desa, berkaitan dengan komitmen dari PT KAM tersebut. Erman yakin dengan komitmen PT KAM untuk memberikan solusi berkaitan dengan masalah ini. Firko









