oleh

Dihantui Banjir, Petani Padi Terancam Gagal Panen

Dihantui Banjir, Petani Padi Terancam Gagal Panen


Martapura, ExtraNews – Tingginya curah hujan yang sering terjadi belakangan ini di wilayah Kabupaten OKU Timur, khususnya di daerah Kecamatan Martapura, membuat debit air yang mengalir di aliran sungai Tobalak meluap dan banjir. Akibatnya, tanaman padi seluas kurang lebih 3 hektar milik warga yang berada di daerah Kebun Nangka, Kelurahan Pakusengkunyit, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur tersebut terendam banjir dan terancam gagal panen.

Banjir yang setingginya kurang lebih setengah meter yang merendam tanaman padi dilahan persawahan tersebut telah membuat para petani diwilayah Kebun Nangka mengaku cukup kesulitan untuk mengatasinya. Mereka saat ini terpaksa harus berkejaran dengan waktu hanya untuk memanfaatkan terik sinar matahari yang sudah beberapa hari belakangan ini tidak cukup lama menyinari.

Bahkan, mereka si para petani saat ini hanya bisa bersikap pasrah dan hanya mampu berdoa untuk yang terbaik terhadap kondisi tanaman padi miliknya yang saat ini sedang terendam banjir.

“Banjir yang telah terjadi saat ini, karena intensitas curah hujan yang turun cukup tinggi, yang beberapa hari belakangan ini sering mengguyuri wilayah yang ada di daerah Martapura. Sehingga, membuat debit air yang mengalir di aliran sungai tobalak meluap dan membanjiri lahan persawahan padi yang ada di Kebun Nangka,” kata Udin Tamong (47) salah satu petani padi ketika dibincangi, Selasa, (18/2/2020).

Dikatakan, tanaman padi miliknya yang telah terendam banjir tersebut sudah berlangsung sejak 2 hari yang lalu. Saat ini tanaman padi tersebut sudah berusia kurang lebih sekitar 1 bulan setengah, atau bekisaran 30 sampai 45 hari. Sementara, lanjut Udin, ketinggian genangan banjir yang telah merendam lahan persawahan miliknya tersebut, kurang lebih mencapai setengah meter.

Banjir yang terjadi tersebut tidak hanya merendam tanaman padi miliknya saja, namun banjir yang terjadi ini juga menggenangi akses jalan yang menghubungkan beberapa desa yang ada di wilayah kelurahan Pakusengkunyit ini.

“Selain sawah, akses jalan yang menghubungkan beberapa desa diwilayah ini juga ada yang terendam, diantaranya akses jalan yang menghubungkan daerah Kebun Jati Barat-Kebun Nangka, Kebun Nangka-Kulon,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, jika intensitas curah hujan yang cukup tinggi ini terus terjadi, maka dipastikan banjir yang saat ini sedang menghantuinya akan terus meluas. Tentu banjir ini tidak hanya merendam tanaman padi saja, bahkan bisa dipastikan juga akan merendam permukiman warga yang ada di daerah Kebun Nangka.

“Seperti tahun lalu, baik sawah maupun rumah, semuanya ikut terendam banjir. Selain memikirkan gagal panen, memikirkan rumah juga yang ikut terendam banjir,” ucapnya sambil tersenyum.

Kondisi tersebut juga ikut dirasakan Elda (49) petani padi lainnya, yang juga berasal dari daerah Kebun Nangka, Kelurahan Pakusengkunyit, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, saat ini tanaman padi dilahan persawahan miliknya kini kondisinya juga rusak parah akibat terendam banjir.

Melihat kondisi tanaman padi yang dimilikinya saat ini rusak, dirinya hanya bersikap pasrah dengan keadaan. Dirnya berharap gagal panen yang menghantui pikirannya saat ini bisa ditanggulangi. Menurutnya, jika gagal panen padi kali ini terulang lagi seperti tahun kemarin, tentu bakal berimbas pada pendapatan yang dihasilkannya, karena kata dia, sudah banyak modal yang dia keluarkan untuk menanam padi ini.

“Saya sangat berharap dan berdoa semoga intensitas curah hujan kembali stabil dan banjir yang disebabkan hujan segera surut, sehingga sawah yang terendam tidak berlangsung lama, yang dapat mengakibatkan tanaman padi bisa mati,” harapnya. (Boy)

Komentar