Dampak Proyek Kolam Retensi, Balai Uji KIR Muara Enim Terendam Banjir

Dampak Proyek Kolam Retensi, Balai Uji KIR Muara Enim Terendam Banjir
Tampak petugas UPTD Balai Uji Kir Dishub Muara Enim menyedot air yang menggenangi fasilitas Balai Uji Kir.

Muara Enim,  Extranews – Puluhan masyarakat yang ingin melakukan Uji KIR terpaksa ditunda. Pasalnya, peralatan mesin Uji KIR yang tertanam di gedung UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Dishub Muara Enim terendam air yang diduga akibat aktivitas pengerjaan proyek kolam retensi tepatnya di belakang eks Terminal Regional Muara Enim, Senin (27/12/2021).

Dari pengamatan di lapangan, tampak saluran air (got) yang fungsinya untuk mengalirkan air terlihat tertimbun dengan tanah dan pasir sehingga menghalangi aliran air menuju saluran drainase induk.

Akibatnya, air mengalir ke Balai Uji KIR dan menggenangi seluruh peralatan Uji KIR yang tertanam sehingga jika dipaksakan digunakan akan membuat alat rusak akibat konsleting listrik. Dan untuk menghindari kerusakan peralatan yang nilainya miliaran rupiah, pihak UPTD PKB Muara Enim menunda dahulu kegiatan Uji KIR hingga peralatan tidak tergenang lagi.

BACA JUGA INI:   Dewan Nilai Komunikasi Para OPD di Muaraenim Sangat Buruk

“Kami tidak mau ambil resiko dan memilih menunda kegiatan Uji KIR. Peralatan yang tertanam itu seluruh elektrik menggunakan listrik dan mahal, kalau terbakar atau rusak kita akan rugi lebih besar lagi. Kemarin kita baru up-grade, itu biayanya hampir Rp 200 jutaan,” ungkap Kepala UPTD Balai Uji Kir Dishub Muara Enim David Ramsya di Balai Uji KIR Muara Enim.

Menurutnya, bahwa kejadian terendam ini merupakan yang kedua kalinya. Pada kejadian yang pertama, pihaknya langsung menemui pengawas proyek kolam retensi dan langsung diperbaiki. Ternyata kejadian serupa terulang kembali, dan pihaknya berupaya menemui kembali pengawasnya namun kebetulan belum ada dilokasi proyek.

Adapun penyebabnya karena tersumbat oleh timbunan tanah dan pasir di tempat keluar masuknya kendaraan proyek yang berada di atas saluran air. akibat kejadian ini, lanjutnya, pihaknya dan masyarakat yang akan menggunakan Uji KIR tentu merasa dirugikan karena belum bisa dilakukan Uji KIR sampai air yang menggenangi peralatan Uji KIR surut atau hilang. Untuk itu, pihaknya meminta kepada kontraktor untuk memperhatikan keluhan tersebut, dan supaya memperhatikan dampaknya terhadap masyarakat dan pemerintah setempat.

BACA JUGA INI:   Pj Gubernur Sumsel Bawa Kabar Gembira, Maskapai Citylink Setuju Beroperasi di Bandara Gatot Subroto Way Kanan

Sementara itu Ibrahim (40), salah satu warga yang berniat melakukan Uji KIR, tentu merasa kecewa dengan belum bisanya kendaraan yang dibawanya untuk di Uji KIR. Padahal dirinya sengaja mengosongkan dan meluangkan waktu khusus untuk Uji KIR. “Kami tentu rugi waktu dan minyak ke sini (Balai Uji KIR,red),” pungkasnya. NH

BACA JUGA INI:   Bak `Negeri Atlantis`, Tol RI ini Tenggelam Bersama Pemukiman Warga