ExtraNews – Eks Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM) Tiyo Ardianto buka suara soal penangkapan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana.
Di hadapan Yai Ubaidillah Shodaqoh, Tiyo Ardianto membuka obrolan bahwa perjuangannya soal kritik terhadap Makan Bergizi Gratis (MBG) tak sia-sia.
Semua yang disuarakannya sejak Februari 2026, berujung dengan pencopotan jabatan Kepala BGN Dadan Hindayana dan juga penangkapanya oleh Kejagung.
“Saya baru-baru ini diberi nama oleh om penyair saya, sampai diberi nama Tiyo MBG Ardianto. Karena memang beberapa bulan terakhir kami agak kencang suarakan MBG ini,” kata Tiyo dalam sambutannya yang juga diunggah di media sosial Instagram.
“Bicara soal MBG ini, saya sejak bulan Februari mengatakan MBG ini Maling Berkedok Gizi,” jelas Tiyo Ardianto.
Dan ia bersyukur eks Kepala BGN ditangkap oleh Kejagung.
“Alhamdulillah Kepala BGN Qadarullah ditangkap oleh Kejagung. Itu tidak hanya membuktikan bahwa, saya yakin kita semua senang, jadi ayo tepuk tangan bareng-bareng,” kata Tiyo tersenyum.
Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menetapkan 3 tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN) pada Rabu, 3 Juni 2026.
Adapun ketiga tersangka dalam perkara tersebut ialah eks Kepala BGN Dadan Hindayana, mantan Wakil BGN Lodewyk Pusung serta Sonny Sanjaya.
Dadan tampak mengenakan rompi berwarna pink khas tahanan Kejagung. Dengan wajah lesu dan tangan diborgol, Dadan sempat dihadang awak media ketika menuju mobil tahanan.
Tiyo Ardianto memang paling getol menyentil program MBG.
Tiyo berulang kali mengkritisi prioritas anggaran pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikaitkan dengan Presiden Prabowo Subianto.
Tiyo juga mengucapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto sebagai Presiden Bodoh.
“PRESIDEN BODOH, Kita sedang dipimpin oleh orang bodoh yang tidak sadar bahwa dirinya bodoh dan karenanya tak pernah mau belajar, tapi justru memilih menularkan kebodohannya kepada yang lain. Ajaibnya orang pintar di sekelilingnya rela-rela saja dibuat bodoh dan dengan bangga menjunjung kebodohan pimpinannya,” tulisnya. (*)













