oleh

Anjal dan Anak Putus Sekolah Dijamin Bisa Sekolah

HPN XLVII Dan HUT PWI Ke 75 Provinsi Sumsel di Kabupaten Banyuasin

Walikota Launching Sekolah Filial Bagi Anjal dan Anak Putus Sekolah

Palembang, Extranews —- Walikota Palembang H Harnojoyo melaunching sekolah filial bagi anak jalanan dan anak putus sekolah. Keberadaan sekolah filial ini merupaka wujud komitmen Pemerintah Kota Palembang dalam penyediaan pendidikan secara merata.

Launching Sekolah Filial dilakukan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Dinas Pendidikan Kota Palembang, Kamis (12/9). Launching dihadiri Asisten III Setda Provinsi Sumsel Eduar Juliartha, Kadisdik Sumsel Widodo, dan stakeholder lainnya.

Walikota Palembang H Harnojoyo mengatakan, pendidikan menjadi tanggung jawab pemerintah dan orangtua. Pemerintah Palembang akan senantiasa komitmen untuk mendorong pendidikan yang berkualitas.

“Kemajuan suatu bangsa sangat bergantung pada kualitas pendidikan generasi muda. Keberadaan sekolah filial ini untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan secara merata,” Ujarnya.

Bagus DiBaca Juga:   PWI Sumsel Ingatkan Wartawan Jangan Salah Gunakan Kartu UKW

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang Ahmad Zulinto menjelaskan, berdasarkan neraca pendidikan dan sensus BPS terdapat 1278 anak putus sekolah tingkat SD hingga SMA di Palembang. Atas kondisi ini Walikota Palembang menginstruksikan untuk mengaktifkan kembali sekopah filial.

“APM SD mencapai 96 persen sementara APM SMP baru 69 persen, sedangkan APM SMA/SMK mencapai 71 persen. Ini berarti masih ada anak-anak yang orangtuanya kurang mampu yang putus sekolah,* ujarnya.

Ada sejumlah sekolah yang menjadi sekolah filial yaitu SDN 238, SMPN 19 dan SMAN 11. Keberadaan sekolah filial ini diharapkan mampu mengakomodir anak putus sekolah. Sekolah filial ini tidak terlepas dan dukungan stakeholder yang berasal dari pemerintah, akademisi, dan NGO.

Bagus DiBaca Juga:   Muba Rintis Belajar dari Rumah Lewat Radio

Hingga saat ini sudah terdapat 398 anak dari tingkat SD sampai SMA yang mendaftar untuk menjadi claon siswa sekolah filial. Rata-rata mereka berasal dari keluarga tidak mampu. fk

Komentar

Berita Hangat Terbaru Lainya