oleh

Angaran DPRD Pagaralam Untuk Kebudayaan Nol, Penggiat Budaya Gunakan Dana Mandiri

Angaran DPRD Pagaralam Untuk Kebudayaan Nol, Penggiat Budaya Gunakan Dana Mandiri.

Laporan : yiealfian
Pagaralam,ExtraNews – Memajukan kebudayaan Lokal khususnya di Kota Pagaralam untuk menjadikan budaya sebagai kekayaan dan identitas bangsa atau daerah ditengah dinamika perkembangan zaman, sama halnya dengan Pengukuhan Sumbay Mangku Anom di Pagaralam.

Seperti yang dilakukan penggerak kebudayaan di Pagaralam dengan kegiatan Pengukuhan Sumbay Mangku Anom pada tanggal 29 Agustus 2020, di Desa Tanjung Pasai Kota Pagaralam yang menyuarahkan kearifan lokal Budaya Pagaralam, walaupun dengan menggunakan dana mandiri.

Tado Basri selaku penggerak kebudayaan, “Kegiatan Pengukuhan Sumbay Mangku Anom, tujuannya untuk menghidupkan ulang Adat dan Budaya Besemah sekaligus pengukuhan tersebut merupakan titik nol dalam penggalian Adat serta Budaya di tanah Besemah. Dengan ini di harapkan Sumbay lainya berkeinginan untuk kembali menguatkan peran Sumbay dalam membangun kerangka demokrasi di tanah Besemah. Dimulai dari pengadopsian hukum adat menjadi hukum positif di daerah atau dengan kata lain Perda dibuat dengan mengadopsi hukum adat. Ucapnya, Sabtu, (12/09/2020).

Kegiatan tersebut murni hasil dari pemikiran dan pendanaan Tokoh Adat atau Tokoh Kebudayaan serta para masyarakat yang peduli akan pentingnya kebudayaan, kami juga baru tahu bahwa di Pemkot Pagaralam dana untuk Kebudayaan nol, sambungnya.

Untuk itu, sangat penting dibentuknya Dewan Kebudayaan agar bisa terus menggali dan melestarikan Adat dan Budaya supaya bisa berjalan dengan semestinya. Dewan Kebudayaan merupakan sebuah “rumah” yang didanai negara bagi penggerak budaya, hingga kedepanya kami sebagai penggerak budaya bisa membuat program festival-festival yang berkaitan dengan Adat, Ritus, Tarian, Kuliner hingga mengangkat Budaya Besemah lainnya, pungkasnya.

Komentar

Berita Hangat Terbaru Lainya