oleh

Anak Semata Wayang Pecinta Olahraga itu, Sudah Tidur Panjang

HPN XLVII Dan HUT PWI Ke 75 Provinsi Sumsel di Kabupaten Banyuasin

Indralaya,Extranews– Sinar Sumsel-Mardiah (60) tak henti-hentinya menangis, air matanya terus mengalir di pipinya, terus berada di samping jenazah anak semata wayangnya, Wiwin A Gani (30). Warga Desa Tanjung Atap Barat, Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir ini merupakan satu diantara empat korban yang meninggal karena tenggelam di Sungai Kelekar Desa Tanjung Atap Kecamatan Tanjung Batu Ogan Ilir Selasa (26/5) Pukul 12.30 wib.

Wiwin Panggilan akrab dari Wiwin A.Gani ini merupakan alumni Universitas PGRI Palembang jurusan Olahraga. Sehari hari pemuda yang aktif di dua sekolah mengajar bidang study olahraga ini, yaitu tercatat sebagai guru olahraga honorer di SDN 17 Tanjung Batu tepatnya berada di desa Tanjung Atap juga sebagai guru olahraga di Ponpes Nurul Yaqin Tanjung Batu.

Info dari teman , Ade (24), setiap sore hari berolahraga Volly Ball dengan teman temannya, begitu juga minggu pagi tak lupa berolahraga sepeda.

Bagus DiBaca Juga:   Daftar Jadi Polisi Diminati

Anak semata wayang, dari pasangan Romlan (62) dan Mardiah (60) ini juga aktif di Karang Taruna desa Tanjung Atap Barat. Anaknya sangat supel, sopan dalam bergaul sehingga dengan kejadian ini banyak sekali yang datang melayat ke rumah duka untuk membacakan doa.

Romlan yang mengaku diberitahu tetangganya, waktu anaknya tenggelam di Sungai Penesak langsung menyusul ke sungai untuk mencari tau kebenaran kejadian tersebut.” aku dikabari kalau anakku tenggelam di sungai, mendengar kabar itu aku langsung lari ketempat kejadian”, ujar Romlan sedih.

Wiwin merupakan 1 dari 4 orang yang tewas, akibat kecelakaan tenggelamnya ketek (kapal kecil) di Desa Tanjung Atap, Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (26/5/20). Dimana dalam kapal tersebut, terdapat 12 orang guru SMA Nurul Yaqin dan 1 orang juru kemudi ketek.

Bagus DiBaca Juga:   Sumsel Targetkan Penghasil Pangan Nomor 1 di Indonesia

Dari informasi yang berhasil dihimpun dilapangan, awalnya mereka hendak berziarah ke Makam Said Umar Bagindo Sari yang terletak di seberang Desa Tanjung Atap, Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir. Mereka menumpang sebuah ketek untuk menuju ke sana, menyusuri sungai Penesak.

Malang ditengah perjalanan, ketek yang ditumpangi mereka mati mesin dan juru kemudi berusaha untuk menghidupkan atau menyalakan mesin ketek, namun perahu ketek oleng dan kemudian terbalik, akibatnya, ke-13 orang tersebut tenggelam ke sungai. yan

Komentar

Berita Hangat Terbaru Lainya