alfaone 1
Berita  

Aliansi Mahasiswa Luruskan Pemberitaan: Pertemuan dengan Kapolres Bukan Pengakuan Aksi Anarkis

  • Aliansi Mahasiswa Luruskan Pemberitaan: Pertemuan dengan Kapolres Bukan Pengakuan Aksi Anarkis

MAMUJU, Extranews.id – Aliansi Mahasiswa menyampaikan klarifikasi tegas terhadap pemberitaan berjudul “Mengakui Aksi Anarkis dan Meminta Maaf” yang dinilai tidak utuh dan berpotensi menyesatkan opini publik.

Klarifikasi tersebut disampaikan oleh Kadri, Koordinator Lapangan Aliansi Mahasiswa, pada Rabu (15/1/2026).

“Kami perlu meluruskan pemberitaan tersebut karena tidak menggambarkan secara menyeluruh apa yang sebenarnya terjadi dalam pertemuan,” tegas Kadri.

Ia menegaskan, pertemuan silaturahmi dengan Kapolres Mamuju bukanlah inisiatif mahasiswa, melainkan diselenggarakan oleh pihak Polres Mamuju.

“Mahasiswa hadir dalam pertemuan tersebut untuk menyampaikan dan mengadukan berbagai dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan oknum kepolisian dalam pengamanan aksi demonstrasi,” ujarnya.

Namun, Kadri menyayangkan pengaduan tersebut tidak mendapatkan tanggapan yang jelas dan serius dari pihak kepolisian.

Lebih lanjut, Kadri menegaskan bahwa sikap mahasiswa yang memilih mundur satu langkah tidak dapat dimaknai sebagai pengakuan atas tuduhan aksi anarkis.

“Keputusan itu diambil karena adanya tekanan terhadap rekan-rekan aliansi, yang seolah-olah disandera dengan tuduhan aksi anarkis,” jelasnya.

Ia menilai terdapat ketimpangan dalam penegakan hukum. Menurutnya, mahasiswa kerap dengan cepat ditahan dan diperiksa meski tuduhan kekerasan belum memiliki dasar yang jelas.

Sebaliknya, dugaan tindakan represif aparat dalam dua aksi demonstrasi sebelumnya dinilai tidak pernah diproses secara cepat dan transparan.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa penegakan hukum belum berjalan secara imbang. Prinsip bahwa semua warga negara sama di hadapan hukum belum sepenuhnya diterapkan,” tegas Kadri.

Ia menambahkan, Aliansi Mahasiswa menilai kepolisian belum dapat diharapkan sepenuhnya sebagai institusi yang profesional dan objektif dalam menangani konflik antara aparat dan massa aksi.

Kadri juga menegaskan bahwa pertemuan dengan Kapolres merupakan forum perdamaian, yang bertujuan membangun sinergi serta mengawal keadilan di Kabupaten Mamuju, bukan forum pengakuan kesalahan.

“Pertemuan itu dimaksudkan untuk membuka ruang dialog dan memperbaiki relasi, bukan untuk mengakui kesalahan yang tidak kami lakukan,” imbuhnya.

Aliansi Mahasiswa pun mengingatkan media agar tidak menggiring opini atau memelintir fakta dalam pemberitaan.

“Jika masih ada media yang mencoba memprovokasi atau mendistorsi fakta, maka independensi dan integritasnya patut dipertanyakan,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Kadri menegaskan komitmen Aliansi Mahasiswa untuk tetap konsisten dalam perjuangan demokrasi.

“Kami akan tetap berdiri pada prinsip perjuangan, mengawal keadilan, serta membela hak-hak demokratis mahasiswa dan masyarakat,” pungkasnya.

lion parcel