Road to Pelantikan JMSI Sumsel: Media Siber Harus Adaptif dan Bertanggung Jawab di Era AI
JMSI Sumsel Perkuat Ekosistem Pers Palembang Lewat Talk Show Bareng Prodi Komunikasi FISIP Unsri
PALEMBANG, Extranews — Menjelang pelantikan dan pengukuhan Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Sumsel, organisasi ini terus menguatkan jejaring lewat rangkaian road show.
Salah satunya digelar Jumat, 17 Juli 2026, berupa talk show bersama Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sriwijaya (Unsri). Ketua JMSI Sumsel Dr. Firdaus Komar, S.Pd., M.Si. hadir sebagai narasumber utama, berdialog dengan Ketua Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Unsri Dr. Muhammad Husni Thamrin, M.Si. Diskusi dipandu Pili Makoni dan mengangkat tema “Adaptasi Media Siber di Era Digital”.
AI untuk Kualitas, Bukan Sekadar Kecepatan
Firdaus Komar menegaskan perkembangan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI), mengharuskan insan pers beradaptasi. Namun adaptasi itu tidak boleh berhenti pada mengejar kuantitas.
“Penggunaan kecerdasan buatan di kalangan wartawan Indonesia terus meningkat dan kini memasuki fase transisi. AI seharusnya membantu menghasilkan jurnalisme yang lebih berkualitas dan berpihak pada kelompok termarjinalkan, bukan sekadar meningkatkan volume produksi atau keuntungan pemilik media,” ujar Firdaus.
Menurutnya, evolusi AI dan teknologi digital memang membuka peluang luar biasa bagi dunia jurnalistik. Di sisi lain muncul pula tanggung jawab besar. Tantangan yang kini dihadapi antara lain penyebaran misinformasi yang semakin meluas, dilema etika pada konten generatif AI, tekanan ekonomi pada organisasi berita, hingga isu kompensasi yang adil bagi kerja-kerja jurnalistik. Semua itu ikut berubah akibat proses digitalisasi.
Kampus Antisipasi Lewat Kurikulum
Dari sisi akademik, Dr. Muhammad Husni Thamrin menyebut perguruan tinggi juga harus sigap. Fenomena AI sudah menjadi isu global dan mau tidak mau masuk dalam ruang kuliah.
“Secara akademik kami sangat mengikuti perkembangan teknologi informasi saat ini. Ini bagian dari antisipasi perguruan tinggi. Terkait penggunaan AI, sifatnya hanya membantu, bukan diserahkan semuanya ke AI,” jelas Husni.
Ia menambahkan, mahasiswa komunikasi perlu dibekali literasi digital dan etika agar mampu menggunakan AI sebagai alat bantu riset, verifikasi data, dan produksi konten, tanpa kehilangan nalar kritis jurnalis.
Bagaimana Membedakan Karya Jurnalistik Produk AI?
Menjawab pertanyaan pendengar, Firdaus menjelaskan batas tanggung jawab.
“Jika sudah dipublikasikan oleh media, maka itu bukan lagi produk AI. Tanggung jawabnya melekat sebagai produk media tersebut. Redaksi tetap yang memverifikasi, mengedit, dan mempertanggungjawabkan isinya,” tegasnya.
Baik Firdaus maupun Husni juga berpesan kepada publik agar lebih bijak menggunakan media sosial. Sebab di dalam platform medsos saat ini banyak fitur yang sudah berbasis AI, mulai dari algoritma rekomendasi hingga pembuatan konten otomatis.
Penguatan Ekosistem Pers di Palembang
Kegiatan ini menjadi bagian dari “Road to Pelantikan JMSI Sumsel”. Tujuannya memperkuat ekosistem pers di Palembang, khususnya media siber, agar mampu bertahan dan berkembang di tengah disrupsi teknologi.
JMSI Sumsel berharap sinergi dengan kampus seperti FISIP Unsri bisa melahirkan jurnalis muda yang melek teknologi, paham etika, dan tetap memegang teguh prinsip jurnalisme: akurat, berimbang, dan berpihak pada kepentingan publik.
Pelantikan dan pengukuhan Pengurus Daerah JMSI Sumsel dijadwalkan berlangsung Selasa, 28 Juli 2026 di Graha Bina Praja Pemprov Sumsel.Firko








