Herman Deru Minta BKOW Sumsel Jadi “Navigator” bagi 51 Organisasi Wanita
Palembang, ExtraNews – Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, meminta Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Sumatera Selatan masa bakti 2026–2030 menjadi “navigator” bagi 51 organisasi wanita yang berada di bawah naungannya.
Hal tersebut disampaikan Herman Deru usai mengukuhkan kepengurusan BKOW Sumsel masa bakti 2026–2030 di Griya Agung, Rabu (8/7/2026).
Pengukuhan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang, Ketua TP PKK Sumsel Feby Deru, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sumsel Desy Edward, para mantan Ketua BKOW Sumsel, para ketua organisasi wanita, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Dalam arahannya, Herman Deru menegaskan BKOW memiliki posisi strategis sebagai holding atau wadah besar yang menaungi 51 organisasi wanita di Sumatera Selatan.
“BKOW ini bukan sekadar tempat berkumpul. Pengurus memiliki beban tanggung jawab yang besar, bukan hanya dalam aspek kewilayahan, tetapi juga pembinaan cabang kepengurusan. BKOW harus menjadi navigator bagi 51 organisasi wanita anggotanya,” tegas Herman Deru.
Ia mengingatkan bahwa BKOW menghimpun berbagai organisasi wanita, baik yang bersifat independen maupun yang berada di bawah institusi tertentu. Karena itu, para pengurus dituntut memahami perannya serta mampu mengarahkan organisasi anggotanya agar tetap berjalan sesuai tujuan organisasi.
Selain itu, Herman Deru meminta Ketua BKOW Sumsel aktif mengoordinasikan seluruh organisasi wanita yang tergabung di dalamnya.
“Harus mampu melahirkan ide-ide baru. Siapkan generasi muda menghadapi perkembangan teknologi informasi, pahami dinamika ekonomi di tengah persaingan yang semakin ketat. Bangun kemitraan, aktifkan seluruh organisasi yang dinaungi, serta konsolidasikan anggota meskipun para ketuanya mengalami pergantian tugas,” pesannya.
Ia menambahkan, kehadiran unsur akademisi dan aktivis dalam jajaran kepengurusan BKOW diharapkan semakin memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sehingga mampu menghadirkan program-program yang aktif, produktif, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua BKOW Sumsel masa bakti 2026–2030, Lidyawati Cik Ujang, menyatakan siap mengemban amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab.
“BKOW Sumsel merupakan wadah bagi 51 organisasi wanita dari berbagai profesi dan latar belakang. Pada periode 2026–2030, kami akan memfokuskan program pada penguatan peran perempuan, baik di bidang sosial maupun budaya,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh organisasi wanita di Sumatera Selatan untuk memperkuat soliditas dan terus berinovasi dalam menjalankan program kerja.
“Kami berupaya menjadikan BKOW sebagai organisasi yang profesional. Mari kita aktifkan program-program yang benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tutupnya.
Dengan kepengurusan yang baru, BKOW Sumsel diharapkan mampu menjadi motor penggerak pemberdayaan perempuan yang adaptif, kolaboratif, dan solutif dalam mendukung terwujudnya Sumatera Selatan yang lebih maju. (**)













