alfaone 1

KONI Sulbar Fokus Benahi Cabor dan Bidik Prestasi PON, Rakerprov Soroti Efisiensi Pembinaan

KONI Sulbar Fokus Benahi Cabor dan Bidik Prestasi PON, Rakerprov Soroti Efisiensi Pembinaan

MAMUJU, Extranews  – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Barat menggelar Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov), Kamis, 7 Mei 2026, dengan fokus membahas strategi pembinaan atlet serta kesiapan menghadapi Pra Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON) dan PON mendatang.

Forum yang mempertemukan pengurus KONI provinsi, ketua cabang olahraga (cabor), hingga KONI kabupaten se-Sulbar itu menjadi panggung evaluasi besar terhadap arah pembinaan olahraga di daerah.

Di tengah tuntutan prestasi, KONI Sulbar mulai menyoroti efektivitas pembinaan dan efisiensi penggunaan anggaran.
Rakerprov dihadiri Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Sulbar, Bau Akram Dai, yang mewakili Gubernur Sulbar Suhardi Duka. Hadir pula Ketua KONI Sulbar Syamsul Samad bersama jajaran pengurus olahraga lainnya.

Kepala Dispoparekraf Sulbar, Bau Akram Dai, menyebut Rakerprov menjadi momentum strategis untuk menyusun arah kebijakan olahraga Sulbar dalam menghadapi agenda nasional dua tahun ke depan.

“Saya mengapresiasi pelaksanaan Rakerprov KONI Sulbar tahun 2026 ini. Banyak program dan agenda prioritas yang dibahas, termasuk pembinaan olahraga, pembinaan atlet, serta agenda menghadapi tahun 2027 dan 2028,” ujar Bau Akram Dai.

Menurutnya, kesiapan menghadapi Pra-PON dan PON tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan pemetaan kekuatan atlet, kesiapan cabor, hingga perencanaan pembinaan yang terukur dan berkelanjutan.

“Raker ini akan mempersiapkan segala sesuatunya, memapping perencanaan ke depan untuk meningkatkan kesiapan teman-teman menghadapi Prapon dan PON di tahun berikutnya,” katanya.

Sementara itu, Ketua KONI Sulbar Syamsul Samad menegaskan, pembahasan utama dalam Rakerprov kali ini adalah sistem pembinaan atlet dan strategi menghadapi persaingan antarprovinsi di ajang nasional.

“Agenda utama kita menghadapi PON dan Prapon, seperti apa sistem pembinaan dan persiapan atlet menuju agenda nasional tersebut. Karena kita akan bersaing dengan provinsi lain, tentu harus ada persiapan yang matang,” tegas Syamsul.

Namun, di balik target prestasi itu, KONI Sulbar juga mengungkap persoalan mendasar yang selama ini membayangi pembinaan olahraga di daerah. Dari lebih 40 cabang olahraga yang terdaftar, hanya sekitar 20 cabor yang dinilai masih aktif dan memiliki kepengurusan yang berjalan normal.

“Cabang olahraga yang terdaftar di KONI ada lebih dari 40, tetapi yang masih eksis secara kelembagaan dan kepengurusan resmi baru sekitar 20 cabor. Ini yang akan kita evaluasi dalam forum hari ini,” ungkapnya.

Kondisi tersebut menjadi alarm bagi KONI Sulbar untuk melakukan penataan organisasi sekaligus menentukan prioritas pembinaan.

Syamsul menegaskan, ke depan pihaknya akan lebih selektif dalam mengalokasikan dukungan dan anggaran.

“Tidak semua cabor harus kita urus secara penuh. Kalau memang tidak prospek, kita fokus saja pada cabor yang berprestasi dan menjadi unggulan Sulawesi Barat.

Ini juga menyangkut efisiensi anggaran, bagaimana biaya yang efisien bisa menghasilkan prestasi yang efektif,” pungkasnya.

lion parcel