Kepala Sekolah Mamuju ke Jakarta dan Bandung, Dana Pribadi – Dinas: “Bukan Kami yang Koordinir
MAMUJU, Extranews – Sejumlah kepala sekolah di Kabupaten Mamuju berangkat ke Jakarta untuk menghadiri Upacara Apresiasi GTK sekaligus mengikuti pertandingan sebagai perwakilan Sulawesi Barat.
“Kepala sekolah ini berangkat karena ada upacara apresiasi GTK di Jakarta dan mereka ikut pertandingan beberapa kepala sekolah dan guru mewakili Sulawesi Barat yang ada di Bandung,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Mamuju, Khatmah Ahmad, Kamis (27/11/2025) melalui sambungan telepon.
Ia menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan tidak hanya terpusat di ibu kota.
“Karena ada acaranya di Bandung, mereka menghadiri pertandingan antara guru di Bandung seluruh Indonesia, jadi nanti diakhiri upacara di Gelora Bung Karno,” tambahnya.
Sorotan mencuat terkait sumber anggaran keberangkatan rombongan kepala sekolah tersebut. Khatmah menegaskan bahwa kegiatan itu tidak menggunakan anggaran dinas.
“Dana mereka sendiri yang digunakan, soal jumlah yang digunakan saya tidak tahu wallahu a’lam bissawaf, karena bukan dinas pendidikan yang koordinir,” katanya.
Menurutnya, seluruh dokumen legalitas keberangkatan diterbitkan oleh instansi di luar Dinas Pendidikan Mamuju.
“Surat resminya ada di dinas balai kantor guru ketenaga pendidikan Sulawesi Barat, sekalian juga ke sekolah yang ada di Bandung untuk melihat seperti apa musyawarah guru satuan pendidikan,” ujarnya.
Namun, untuk pemberangkatan ASN guru dan kepala sekolah dari Mamuju tetap menggunakan surat tugas internal.
“Surat tugasnya dari kepala dinas pendidikan Mamuju, mereka kan ke sana mengikuti perlombaan PGRI,” ucapnya.
Meski demikian, ia mengaku tidak mengetahui jumlah peserta yang tercantum dalam surat tugas tersebut.
“Saya tidak hitung jumlah sekolah yang ada di surat tugas itu, ada berapa ya? Saya kurang tahu persis jumlahnya,” katanya.
Soal besaran biaya yang dikeluarkan peserta, Khatmah kembali menegaskan bahwa dinas tidak terlibat sebagai koordinator.
“Jumlah yang dibayar saya tidak tahu karena yang koordinir bukan dinas pendidikan, kita tanya kepala sekolahnya. Mereka datang ke saya, ada pertandingan, ya sudah silakan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, beberapa kepala sekolah memanfaatkan keberangkatan itu untuk menjalankan dua agenda sekaligus.
“Kepala sekolah mengatakan bahwa sambil ke sana mereka bisa lakukan dua hal, satu mengikuti prosesi di Bandung dan mereka nyambi untuk ke sekolah,” pungkasnya.









