oleh

Tips Menghadapi Badai di Gunung

Dulu saat saya mendaki Gede Pangrango, yang menjadi salah
 Gunung yang Cuacanya sulit diprediksi.
Dilansir oleh web National Geographic, bahwa seluruh pendaki harus paham bagaimana menghadapi Badai. Cuaca yang sering tidak bisa diprediksi mengharuskan kita bisa untuk menghadapi setiap perubahan cuaca yang begitu cepat.
Kenapa cuaca? ….
Karena kita berada di alam bebas dengan ketinggian diatas rata-rata juga dengan kerapatan hutan yang tinggi dan tekanan atmosfir yang berbeda dengan dimana kita biasa beraktifitas. 
Tempat seperti ini membuat Cuaca menjadi faktor utama kita dalam bertahan hidup, jika kita lalai dengan hal ini maka sudah dipastikan kita memiliki harapan hidup yang lebih rendah jika terjadi hal-hal buruk di Gunung.
Perlu kalian ketahui bahwa kasus meninggal banyak terjadi karena bertepatan dengan datangnya Badai. Kebanyakan kasus meninggalnya pendaki antara lain tersambar petir, tertimpa pohon dan hipotermia. Dan kemungkinan lain bisa saja terjadi misal tersesat, jatuh ke jurang, terserang hewan buas, dan lain sebagainya.
Karena tidak bisa diprediksi dan cukup berbahaya bagi pendaki, terlebih pendaki yang baru melakukan aktivitas pendakian haruslah paham atau sekedar tahu bagaimana cara menghadapi badai saat kita mendaki Gunung.
Berikut tips yang saya ambil dari Lembaga Cuaca, apa yang harus kita lakukan jika tiba-tiba kita terserang oleh Badai.
Lebih Baik Berlindung di Dekat Pohon Rendah
Pilihan terbaik adalah memilih pohon yang tidak terlampau tinggi dan terdapat beberapa pohon yang mengelilinginya. Pohon terlampau besar dan tinggi cukup berbahaya, karena berpotensi tersambar petir dan tumbang. Terlebih jika pohon besar tempat kita bernaung memiliki dahan yang cukup besar dan berpotensi patah dan menimpa kita. Saran terbaik : Carilah tempat berlindung disekumpulan pohon yang rendah.
Hindari Camp Terbuka
Sangat berbahaya jika kita memutuskan untuk camp di tempat terbuka, kenapa? karena Angin akan sangat berhembus di wilayah seperti ini. Tenda yang kalian bawa bisa patah dan rusak bahkan robek dan ini akan merugikan kalian apalagi jika air mulai masuk dan membasahi barang-barang kalian di dalam tenda. Terlebih Camp terbuka jika berpotensi tersambar petir, karena tidak ada perambatan listrik lain kecuali kita. Saran terbaik: Pilihlah daerah Ceruk, Lembah dan Ngarai (Area lebih rendah dari banding sekitarnya)
Jauhi Air, Logam dan Peralatan Konduktor
Ketiga hal ini berpotensi menghantar petir dan akan membuat kita lebih beresiko tersambar petir. Oleh karena itu jauhi aliran air dan tutupi bahan logam dengan kain dan matikan peralatan elektronik jika kalian membawanya. Mematikan HP mungkin lebih aman dibandingkan menyalakanya.
Jangan Berbaring di atas Tanah Langsung
Petir akan merambat ke tanah kurang lebih sejauh 30 meter dari Pusat Sambaran, oleh karena itu jangan berbaring di atas tanah langsung. Gunakanlah matras sebagai isolator Listrik supaya lebih aman jika petir menyambar.
Berita Terkait!:   Bersiaplah untuk Terbang ke Destinasi Baru: LEWOLEBA

Komentar

Berita Hangat Terbaru Lainya