oleh

Sehari Setelah Pencoblosan, Wabup OKU Ditahan KPK

Sehari Setelah Pencoblosan, Wabup OKU Ditahan KPK. Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pemakaman umum di OKU Sumsel TA 2013. 

Jakarta, Extranews — Sehari setelah tahapan pencoblosan Pilkada serentak 9 Desember 2020, JA, yang mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati yang juga masih sebagai Wabup Ogan Komering Ulu (OKU), ditahan Komisi pemberantasan Korupsi (KPK). Ketua KPK Firli Bahuri, melalui WA, menjelaskan, hari ini, Kamis,  (10/12/2020) dilaksanakan Tahap II (Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti) Tersangka JA,  wakil Bupati Kab Ogan Komering Ulu/Kab. OKU Sumsel periode 2015-2020 dari Tim Penyidik KPK kepada Tim JPU KPK;Perkara ini adalah salah satu bentuk koordinasi dan supervisi yang dilakukan oleh KPK bersama dengan Polda Sumatera Selatan dimana sebelumnya pada tanggal 24 Juli 2020, perkara dimaksud telah diambil alih penanganannya oleh KPK.

Bagus DiBaca Juga:   Diduga Tidak Senang Ditegur, Bacok Tetangga Sendiri

Firli menjelaskan, sebelumnya  JA telah ditetapkan sebagai Tersangka oleh Polda Sumatera Selatan dengan sangkaan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasana Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Adapun kontruksi perkara, JA yang menjabat Wakil Ketua DPRD Kabupaten OKU Sumatera Selatan diduga sejak tahun 2012 telah menyiapkan lahan yang akan ditawarkan ke Pemkab OKU untuk kebutuhan TPU (Taman Pemakaman Umum) dengan menugaskan Nazirman dan Hidirman untuk membeli lahan dari berbagai pemilik tanah dan nantinya tanah-tanah terssebut diatasnamakan Hidirman.

Bagus DiBaca Juga:   Ditemukan Jasad Bayi Terbungkus Kain Putih di Desa Sribandung Geger

JA juga diduga telah mentransfer uang sebesar Rp1 Miliar kepada Nazirman sebagai cicilan transaksi jual beli tanah untuk merekayasa peralihan hak atas tanah tersebut sehingga nantinya harga NJOPnya yang digunakan adalah harga tertinggi.

Untuk memperlancar proses tersebut, JA menugaskan Wibisono (Kadinsosnakertrans Kab. OKU) menandatangani proposal kebutuhan tanah TPU untuk diusulkan ke APBD TA 2013;

Ditahun 2013, JA mengusulkan anggaran TPU dalam APBD Kabupaten OKU TA 2013 yang memang tidak dianggarkan sebelumnya

Selain itu, JA diduga aktif melakukan survey langsung ke lokasi TPU dan menyiapkan semua keperluan pembelian dan pembebasan lahan dengan perantaraan Hidirman (orang kepercayaan JA);

Dalam proses pembayarannya tanah TPU tersebut senilai Rp5,7 Milyar menggunakan rekening Bank an. Hidirman yang adalah atas perintah JA.

Bagus DiBaca Juga:   Mantan Dirut Pelindo II Ditahan KPK

Proses pengadaan tanah TPU tersebut sejak perencanaan sampai penyerahan hasil pengadaan tidak sesuai dengan ketentuan sehingga berdasarkan audit yang dilakukan oleh BPK RI, diduga telah terjadi kerugian keuangan negara senilai Rp5,7 Miliar.

Tersangka JA dilakukan penahanan Rutan oleh Penuntut Umum KPK selama 20 hari, terhitung sejak tanggal 10 Desember 2020 sampai dengan 29 Desember 2020 di Rutan Polres Jakarta Pusat. Rel/fk

Komentar

Berita Hangat Terbaru Lainya