oleh

Ketua SMSI Banten Beri Wejangan Mahasiswa

HPN XLVII Dan HUT PWI Ke 75 Provinsi Sumsel di Kabupaten Banyuasin

 

BANTEN,EXTRANEWS-Bertema “Peran Kritis Mahasiswa Sumatera Selatan Dalam Mengawal Kebijakan Pemprov Sumsel Di Bawah Kepemimpinan Gubernur Herman Deru”. Diskusi di lakukan di Cafe Alumni Universitas Muhammadiyah Jakarta, Cireunde, Ciputat Timur, Tangerang Selatan.

Junaidi, Ketua SMSI Banten menilai, kepemimpinan dapat terwujud atas dasar kaderisasi dalam lembaga, dan juga kekompakan.

“Saya melihat potensi kecerdasan para mahasiswa Sumatera Selatan yang kuliah di wilayah Banten, sangat mencintai wilayah tanah lahirnya. Artinya ini ada kepedulian yang tinggi, walaupun kuliahnya di Banten, mereka juga berhak mengkritisi pemimpin wilayah, asal tetap kompak,” ucap Junaidi

Junaidi menambahkan, dirinya berharap mahasiswa Sumsel menjadi pemimpin wilayah, dan juga berani menentang kebijakan gubernur Sumsel yang tidak pro rakyat.

Bagus DiBaca Juga:   Dodi Reza Tambah Anggaran Tanggulangi Karhutlah, Kerahkan Seluruh OPD Kecamatan dan Salat Istisqa

“Saya harap, mahasiswa Sumsel yang kuliah di Banten berani menagih janji kampanye gubernur Sumsel terpilih Herman Deru. Gubernur Herman Deru yang utama adalah infrastruktur. Soroti ini, bilamana janjinya meleset, dan tidak komitmen, mahasiswa harus berani aksi, dan bersuara keras mewakili rakyat. Bahkan mahasiswa boleh menuntut Gubernur Herman Deru untuk turun,” tegas Junaidi, Rabu (15/1)

Selain Junaidi, nara sumber lain hadir diantaranya, Amirul Mukminin yang masih menjabat sebagai ketua umum Ikatan IKMS, Riyan Hidayat (Sekjen DPP PGK), (Direktur BAKORNAS LKMI) Rapil Ansen, aktifis Sumsel Nopri Agustian, dan juga badan penghubung provinsi Sumsel.

Sementara itu Sekjend DPP PGK Riyan Hidayat mengajak mahasiswa sumatera selatan untuk kritis dan mandiri dalam upaya berkontribusi untuk daerahnya.

Bagus DiBaca Juga:   Titik Api Meningkat, Waspadai Karhutlah

“Mahasiswa harus kritis dan mandiri dalam mengawal kebijakan pemprov sumsel. Jangan sampai tidak pedulinya pemprov terhadap mahasiswa dan masyarakat sumsel membuat kita kemudian apatis”, tandasnya.

Selain itu, Direktur Bakornas LKMI, Rapil Ansen mengutarakan, mahasiswa itu fungsinya cukup strategis, bisa menjadi pembina, dan bisa juga menjadi pendamping masyarakat.

“Cukup banyak dalam cacatan saya, wilayah Sumsel cukup maju, tapi cenderung masih tertinggal dari wilayah lainnya. Dan kita semua disinilah yang bisa membuatnya maju mengejar ketinggalannya, kontribusi kita bisa juga melalui tulisan,” tandasnya. rel

Komentar

Berita Hangat Terbaru Lainya