Pasang Iklan Murah Disini
Pasang Iklan Murah Disini
Berita  

Dansatgas, Semoga Tidak Ada Lagi Warga Yang Manfaatkan Sungai Sebagai Jamban

Kapuas,- Dansatgas berharap dengan pembangunan jamban, warga Desa Saka Lagun, khususnya para warga penerima manfaat jamban, untuk tidak lagi menggunakan sungai sebagai sarana jambanisasi.

Seperti kita ketahui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-110 Tahun 2021 sudah memasuki minggu terakhir. Berbagai pembangunan sarana fisik berupa jalan, jambanisasi dan sasaran fisik lainnya terus dikebut agar disisa waktu yang tinggal beberapa hari ini benar-benar dapat diselesaikan dengan tuntas.

Kebersamaan dan kegotongroyongan TNI dan seluruh komponen masyarakat telah membuktikan dan memastikan bahwa semua pekerjaan akan selesai pada waktunya.

Menurut Dansatgas TMMD, Kodim 1011/KLK, Desa Saka Lagun, Kecamatan Pulau petak, kabupaten Kapuas, Letkol Infanteri Ari Bayu Saputra,  pada Rabu (31/3/2021), jika di balik itu semua ada hal menarik untuk dikupas karena menyangkut hal yang sangat pribadi tetapi dampaknya berpengaruh bagi orang banyak, yakni pembangunan jamban keluarga.

BACA JUGA INI:   Kapten Inf Jamari Turut Mengikuti Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Dilokasi TMMD Bojonegoro

“Pola hidup sehat dan menjaga kelestarian lingkungan sebagaimana yang telah didengungkan pemerintah melalui Kementrian Kesehatan maupun Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ternyata belum sepenuhnya dipahami dan dilaksanakan masyarakat, khususnya yang tinggal di Desa Saka Lagun Ini,” kata Dansatgas.

Menurutnya masih banyak warga yang belum memiliki jamban dan masih memanfaatkan sungai ataupun pekarangan disekitar tempat tinggalnya untuk buang air besar (BAB).

Dia menjelaskan BAB merupakan salah satu hal paling pribadi yang setiap hari rutin dilakukan. Apabila hal itu dilakukan secara sembarangan akan mencemari lingkungan yang berdampak kepada kesehatan dirinya dan lingkungannya.

Dapat kita bayangkan seandainya dalam satu keluarga terdapat 5 orang yang BAB sembarangan. Lantas bagaimana bila di lingkungan tersebut terdapat 10 keluarga yang belum memiliki jamban.

BACA JUGA INI:   Elsa Tenggelam di Sungai Sebagut, Warga Sibuk Mencarinya

“Jambanisasi ini merupakan jembatan menuju lingkungan yang sehat, bersih, indah dan asri. Bila lingkungan kita sehat, bersih, indah dan asri pasti nyaman untuk ditinggali dan masyarakat pun akan lebih sehat dan produktif”, pungkasnya.

BACA JUGA INI:   Kades Jatimulyo: Dampak TMMD Bojonegoro Di Desanya Bisa Langsung Dirasakan Masyarakat