PALEMBANG-SUMSEL, ExtraNews – Kejuaraan Pencak Silat Sumatera Championship Tingkat Nasional Tahun 2024 (Sumatera Selatan Series I) piala Gubernur Sumatera Selatan diikuti ribuan pesilat dari puluhan Perguruan Pencak Silat dari berbagai daerah dengan Kategori usia dini, pra remaja, remaja dan dewasa dibuka dengan pemukulan gong oleh Gubernur Sumatera Selatan periode 2018-2023, H Herman Deru SH MM, Selasa (21/05/2024) dan ditutup pada Kamis (23/05/2024) di Hall D Premium Hotel Jl. Soekarno Hatta Kota Palembang.
Salah satunya Perguruan Pencak Silat (PPS) Sudahan bertabur medali dan sertifikat dengan :
Kategori usia dini 2 :
– M. Rahmad Hidayat medali Emas.
Kategori Pra Remaja :
– Rosa Amanda medali Emas.
– M. Maulana mendali perak.
– Dewi Adawiyah Agustin mendali perak dan
– Gisella Kaaf Dwinandia mendali perak.
Pelatih PPS Sudahan, Ayu Oktariyani menilai, “Sebagai seorang pelatih, di pertandingan perdana ini, saya menilai bagus untuk adik-adik yang baru pertama kali diturunkan dipertandingan ini”, katanya dikonfirmasi Minggu (26/05/2024).
Didampingi pelatih pendamping, Syahrial, menurut Ayu, “Untuk melatih mental dan juga teknik mereka selama latihan. Walau baru pertama kalinya Perguruan Sudahan ini mengirimkan atletnya di ajang tournament Kejuaraan pencak silat ini Alhamdulillah, pesilat kami telah berhasil menyabet 2 (dua) medali emas dan 3 (tiga) medali perak”, ucap Ayu syukur.
Ayu berharap, “Semoga kedepannya pesilat kami dapat diberikan kesempatan kembali untuk dapat berpartisipasi dalam ajang tournamen Kejuaraan Pencak Silat serupa baik tingkat Nasional maupun internasional”, harap peraih medali emas juara I Tingkat Nasional Asia Eropa Championship II 2018 ini.
Senada, Ketua PPS Sudahan Provinsi Sumsel, Dian Sumarno SPd mengucap, “syukur Alhamdulillah, kami pengurus PPS Sudahan bangga dengan hasil yang telah diperoleh adik-adik kami yang bertanding dengan maksimal dalam tournamen Kejuaraan Pencak Silat Sumatera Championship Tingkat Nasional Tahun 2024 kemarin”, ucapnya.
“Walau pertama kalinya pesilat Sudahan kami ikut bagian di kejuaraan di tingkat nasional ini dengan hasil yang sangat membanggakan berhasil menyabet 2 (dua) mendali emas dan 3 (tiga) mendali perak dan kami pengurus PPS Sudahan sangat berterimakasih, baik kepada para pesilat yang berhasil menyabet medali, maupun kepada pelatih Ayu Oktariani dan Pelatih pendamping Syahrial berikut para pengurus PPS Sudahan, baik yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam mensuport adik-adik kita untuk mengikuti kejuaraan tingkat nasional ini”, terang Dian.
“Setelah menyabet medali kemarin, kami para pelatih akan memaksimalkan lagi latihan para Atlet Sudahan agar kedepannya dapat memproleh hasil yang sangat memuaskan. Sebaliknya, buat adik-adik pesilat Sudahan yang belum pernah mengikuti kejuaraan agar lebih semangat lagi latihan agar dapat menjadi yang terbaik dari Atlet kita yang telah mengikuti pertandingan”, harap Pelatih Terbaik Tingkat Nasional Championship II 2017 ini.
“Selamat kepada para atlet Sudahan yang telah berhasil menyabet mendali”, ucap Dian bangga.
Sementara, Ketua Umum PPS Sudahan, Sudjarwo mengatakan, “Diusia PPS Sudahan yang tergolong masih muda dan baru pertama kali mengikuti tournamen kejuaraan ditingkat nasional telah berhasil menyabet medali emas merupakan hal yang luar biasa dan kita apresiasi”, katanya.
“Setidaknya pesilat kita PPS Sudahan telah maksimal dan telah memiliki pengalaman dalam ajang tournamen kejuaraan ditingkat nasional”, lanjut Jarwo sapaan akrabnya ini.
“Terkait dugaan kurang netralnya pihak panitia, juri dan wasit, tentunya akan kita antisipasi kedepannya dengan semangat berlatih secara maksimal lagi untuk meningkatkan kualitas pesilat kita guna mengikuti ajang tournament kejuaraan ditingkat nasional dan internasional, yang tentunya akan kita suport”, pesannya.
“Baju Silat Juri Putih Mencerminkan Bersih, Bersihkah Jiwanya?”
Terpisah, Ketua PPS Sudahan Komisariat Muara Kelingi Palembang, M Amir Soleh menilai, “Kami mengapresiasi perjuangan pesilat Sudahan telah maksimal dalam pertandingan kemarin”, katanya.
Namun, Soleh sapaan akrabnya ini menyayangkan, “Kurang netralnya keputusan juri terutama masalah waktu pertandingan berdasarkan pengamatan kami melalui video amatir yang kami saksikan”, keluhnya.
Didampingi Penasehat PPS Sudahan Komisariat Muara Kelingi, Winarno, Soleh berharap, “kedepannya, dalam ajang tournamen kejuaraan pencak silat serupa, baik panitia, wasit dan juri dapat lebih netral”, harapnya.
Sebab, menurut Soleh, “Kejuaraan olahraga apapun yang diutamakan sportifitas”, tegasnya.
Dewan Penasehat PPS Sudahan, Heriyansyah menambahkan, “Terkait dugaan kurang netralnya pihak panitia, juri dan wasit, menurutnya, khususnya di Sumatera Selatan diketahui adanya tradisi rezim A, rezim B dan rezim C yang tentunya baik panitia, wasit dan juri diduga kuat pihak rezim yang menjabat”, terangnya.
Heriyansyah menilai, “Bila tradisi tersebut masih berlanjut tentunya hal yang mustahil atlet Sumsel dapat berprestasi ke tingkat nasional dan internasional”, keluhnya.
Kak Yan sapaan akrabnya ini mengibaratkan, “Baju silat warna putih yang dikenakan wasit dan juri mencerminkan bersih, namun, jiwanya bersih dan sportif kah?”, ucapnya bernada bertanya.
Dalam pertandingan Selasa (21/05/2024) di gelanggang B, pesilat Sudahan, Rosa Amanda (12) melawan pesilat dari perguruan Satria Muda Indonesia disudut biru. Rosa disudut merah langsung menyerang lawannya dengan rapat. Terlihat Rosa memanfaatkan celah keseimbangan lawan dan dilakukan sedekat mungkin dengan lawan hingga Rosa berhasil menangkap, membanting dan menjatuhkan dengan mengangkat anggota tubuh lawannya sebanyak tiga kali hingga dinyatakan juri dan wasit, siswi kelas 6 SDN 180 Palembang ini menang dan meraih medali emas.
Dalam pertandingan Selasa (21/05/2024) di gelanggang B, pesilat Sudahan, M. Maulana (12) disudut merah melawan pesilat dari perguruan ASAD Palembang disudut biru. Maulana langsung menyerang lawannya dengan rapat, terlihat tendangan Maulana dihalau dengan lutut lawannya hingga memar. Bahkan Maulana dibanting lawannya sebanyak dua kali. Hingga juri dan wasit menyatakan, siswa kelas 6 SDN 180 Palembang ini mendapatkan medali perak.
Dalam pertandingan Rabu (22/05/2024) di gelanggang B, pesilat Sudahan, Dewi Adawiyah Agustin (13) disudut biru melawan pesilat dari Satria Muda Indonesia disudut merah. Dewi langsung menyerang lawannya dengan rapat, terlihat tendangan Dewi mengenai paha bagian dalam lawannya hingga terjatuh dan mengalami cidera serta ditangani tim medis. Hingga juri dan wasit menyatakan, siswi kelas 2 SMPN 34 Palembang ini mendapatkan medali perak.
Dalam pertandingan Rabu (22/05/2024) di gelanggang C pesilat Sudahan, Gisella Kaaf Dwinandia (12) disudut merah melawan pesilat dari PSHT Sumsel disudut biru. Sella langsung menyerang lawannya dengan rapat, terlihat pukulan Sella terlalu naik dan mengenai bibir lawannya hingga mengalami cidera serta ditangani tim medis. Hingga juri dan wasit menyatakan, siswi kelas 1 SMPN Muhamadiyah 7 Palembang ini mendapatkan medali perak.
Dalam pertandingan Kamis (23/05/2024) di gelanggang C, pesilat Sudahan, M. Rahmad Hidayat (10) disudut merah melawan pesilat dari PSHT Sumsel disudut biru. Ahmad langsung menyerang lawannya dengan rapat, terlihat Ahmad menjepit kaki lawan menggunakan kedua kakinya (Guntingan red). Hingga juri dan wasit menyatakan, siswa kelas 4 SDN 180 Palembang ini menang dan mendapatkan medali emas.(yn)