alfaone 1

Kapan Tata Kelola Niaga Solar Ini Lebih Baik? Setiap Saat, Antrean Minyak Solar di SPBU di Sumsel Capai Beberapa Kilometer

Antrean panjang kendaraan truk, fuso, bus penumpang dan mobil pribadi memanjang puluhan kilometer di SPBU arah Tanjung Api api, sekitar pukul 01.20 semalam.

Kapan Tata Kelola Niaga Solar Ini Lebih Baik? Setiap Saat, Antrean Minyak Solar di SPBU di Sumsel Capai Beberapa Kilometer

Palembang, Extranews —- ironis, Sumsel yang memiliki produksi minyak dan gas bumi, namun  antrean kendaraan pembeli minyak solar di sejumlah SPBU Palembang memanjang hingga beberapa kilometer sejak Senin 21/4/2026 pagi. Kondisi ini memicu kemacetan di beberapa ruas jalan utama kota. Pertanyaannya, kapan tata  kelola niaga minyak bumi ini lebih baik dan berpihak ke rakyat? 

Pantauan Extranews di SPBU Jalan Soekarno Hatta, antrean truk angkutan barang, pick up, hingga mobil pribadi mengular sampai ke simpang arah Jalan Tanjung Api-api.  Pengemudi mengaku sudah mengantre lebih dari 4 jam untuk mendapat solar bersubsidi.

“Kami bolak-balik dari semalam. Kalau telat, barang telat sampai juga,” kata Riduan

, sopir truk, sambil menunggu giliran isi. Antean kendaraan juga di SPBU Alang alang Lebar, bahkan sampai ke Simpang Talang Kelapa.

Ada juga SPBU yang melahani pengisian minyak solar pada malam hari, yaitu dimulai pukul 22.00 hingga pukul 04.00 menjelang shubuh. Penjadwalan operational SPBU khusus yang melayani penjualan solar subsidi ini di SPBU yang berada di area dalam kota.

Seperti di SPBU Punti Kayu, SPBU arah Tanjung Api api dan SPBU di Demang Lebar Daun.

Pihak SPBU menyebut pasokan solar datang sesuai jadwal, namun jumlah kendaraan yang masuk jauh lebih banyak dari kapasitas normal. Petugas sudah menambah nozzle dan mengatur antrean agar tidak mengganggu arus lalu lintas.

Antrean panjang kendaraan truk, fuso, bus penumpang dan mobil pribadi memanjang puluhan kilometer di SPBU arah Tanjung Api api, sekitar pukul 01.00 semalam.

Pertamina Patra Niaga Sumbagsel belum memberikan keterangan resmi terkait lonjakan antrean ini. Warga berharap distribusi solar diperlancar agar aktivitas ekonomi tidak terganggu. Firko

lion parcel