- April, Mentan Memastikan
- Indonesia Ekspor Beras
Bogor, Extranews—- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menandaskan, dengan mengevaluasi posisi kondisi jumlah produksi beras saat ini, yang mencapai 3,32 juta ton, bahwa April 2026, Indonesia yakin dapat melakukan ekspor beras.
Hal itu disampaikan oleh Amran yang juga Kepala Badan Pangan Nasional, pada saat menyampaikan materi acara retret PWI Pusat di Pusat Pendidikan Kemenhan, Cibodas, Bogor, Jumat (30/1).
Menurut Amran, dengan melimpahnya stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang mencapai 3,3 juta ton saat ini harus berkorelasi dengan kondisi harga yang wajib sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menandaskan tidak ada ruang bagi kenaikan harga beras melebihi HET.
Menurut Andi Amran Sulaiman, Perum Bulog sudah memulai penyerapan gabah setara beras dari produksi dalam negeri. Ia meyakini serapan di tahun 2026 ini akan lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Dalam laporan yang diterima Bapanas, per 22 Januari 2026, Perum Bulog telah melaksanakan pengadaan setara beras produksi dalam negeri totalnya hingga 15,6 ribu ton. Ini terdiri dari pengadaan untuk stok CBP 13,5 ribu ton dan komersial 2 ribu ton.
Untuk diketahui, pemerintah telah resmi menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Menteri Keuangan, dan Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara Nomor 3 Tahun 2026, Nomor 14 Tahun 2026, dan Nomor 47 Tahun 2026.
SKB tersebut mengatur tentang penugasan kepada BUMN bidang pangan dalam rangka penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah tahun 2026. Terkait target pengadaan beras produksi dalam negeri yang diemban Bulog di tahun ini sejumlah 4 juta ton. Ini sesuai hasil rapat koordinasi terbatas tingkat menteri (29/12/2025),
Kepala Bapanas optimistis total stok CBP nanti dapat tembus hingga 6 juta ton. Dengan itu, kondisi tersebut mengindikasikan ketersediaan beras nasional berada di jalur yang sangat memadai.
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), pergerakan inflasi beras secara bulanan di tingkat eceran sepanjang tahun 2025 dilaporkan lebih stabil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ini dapat dilihat pada titik puncak inflasi di 2025 yang berada di level 1,35 persen saja yang terjadi di Juli 2025.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto, memberikan apresiasi dan bangga luar biasa atas capaia sektor pangan nasional di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Amran Sulaiman.
Dalam Sidang Kabinet Paripurna memperingati satu tahun Kabinet Merah Putih, Presiden menegaskan, target swasembada pangan yang semula direncanakan tercapai dalam waktu empat tahun, berhasil diwujudkan hanya dalam satu tahun.
Presiden menyampaikan, capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Kementerian Pertanian dan tim pangan nasional yang menjalankan berbagai langkah strategis, mulai dari deregulasi kebijakan, intensifikasi lahan, hingga pengamanan ekosistem produksi pangan. Firko









