alfaone 1
Berita  

Kejelian SKK Migas Sumbagsel Menganut Filosofi dari Tenis Meja, Para Penambang Migas Itu Saling Berhadapan di Meja Pingpong

Juara 1 Digondol Tim Gubernur Sumsel, Posisi 2, Medco E&P, Juara 3 SKK Migas A dan PHE OK

Tak…Tek … Tok … adu spin, smes mematikan, dan berbagai teknik para penambang minyak dan gas ketika berada di lapangan tenis meja. Jika di lapangan sumur bor bagaimana teknik menaikkan lifting, kini harus adu teknik memukul bola pingpong untuk mematikan lawan.

Semifinal mempertemukan tim SKK Migas A melawan Medco E&P Indonesia

Biasa sehari-hari berada di lapangan sumur pengeboran, kali ini mereka sudah berada di lapangan tenis meja, tepatnya di pit stop, Palembang, Sabtu (29/11).

Sepertinya SKK Migas Sumbagsel lebih jeli memilih cabang olahraga tenis meja untuk meningkatkan silaturahim dan keakraban antara Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan stakeholder di wilayah Sumsel.

Masih ingat akan halnya filosofi pingpong dapat merujuk pada metafora komunikasi (metode pingpong)di mana pertanyaan dan jawaban saling bertukar dengan cepat, atau pada prinsip-prinsip olahraga tenis meja itu sendiri, terutama dari filosofi Tiongkokmetafora komunikasi (metode pingpong) di mana pertanyaan dan jawaban saling bertukar dengan cepat, atau pada prinsip-prinsip olahraga tenis meja itu sendiri, terutama dari filosofi Tiongkok yang menekankan pada feeling rasa terhadap bola. Ada juga penjelasan yang menganggap filosofi olahraga tenis meja ini sebagai cara untuk mengalahkan lawan dengan mengumpulkan poin, dengan berbagai aturan seperti membuat lawan gagal mengembalikan bola.

Di sinilah letak implementasi filosofi itu bagaimana menerapkannya  di lapangan menaklukkan tantangan tantangan di sumur bor.

Wajar tim SKK Migas ini selain membudayakan hidup sehat, sekaligus sosialisasi hulu migas ke jajaran stakeholder. Beginilah suasana lapangan Pit Stop jadi lapangan para petenis meja sama mengenakan kaus serqgam hijau merah. Tempat digelarnya even Fun Games SKK Migas dan KKKS.

Gelaran yang dilaksanakan, Sabtu 29 November 2025, di Pitstop Palembang, mempertandingkan 32 tim.

Gubernur Sumsel Herman Deru yang diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Zulkarnain, SE.,MM yang membuka acara secara resmi juga ikut bertanding mewakili tim Gubernur Sumsel.

Strategi menginternalisasikan sosialisasi Hulu Migas ini juga tetap yel yel ke peserta yaitu menaikkan lifting atau produksi migas di Sumsel.

Setali tiga uang sosialisasi Hulu Migas tema yang diusung adalah “Tenis Meja Fun Games 2025, lifting naik, bisa L,… bisa,…. Bisa,”.

Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel, Syafei, menyampaikan program olahraga dari SKK Migas menjadi penting dan strategis, mengingat SKK Migas memiliki peran memperkuat ketahanan energi.

Syafei menegaskan untuk meningkatkan lifting minyak setidaknya mencapai 900 ribu-1 juta barel per hari pada tahun 2028-2029 sesuai Asta Cita ketahanan dan swasembada energi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Semoga slogan dan yel yel lifting naik, dapat memberikan motivasi kepada jajaran SKK Migas dan KKKS.

Melalui kegiatan tenis meja Fun Games 2025 SKK Migas KKKS wilayah Sumsel ini mohon dukungan dan support dari stake holder.   

“Mari kita bersama sama menjaga hubungan baik mempererat tali silaturahmi   serta meningkatkan sinergi dan kolaborasi untuk kegiatan usahakan  hulu migas,” ujar Syafei.

Data terbaru, produksi minyak di wilayah Sumatera Bagian Selatan sampai dengan September tahun 2025 mengalami kenaikan dibanding periode  yang sama tahun 2024 hasil dari keberhasilan survei seismik untuk menentukan titik pengeboran yang akurat, pengeboran ekplorasi untuk menambah cadangan baru serta pengeboran pengembangan, selesainya sejumlah proyek, kerja ulang sumuran dan perawatan fasilitas untuk menambah produksi.

Produksi minyak di wilayah Sumbagsel Januari – September 2025 rata-rata sebesar 68.391 barel minyak per hari lebih tinggi dibanding rata-rata periode yang sama tahun lalu sebesar 66.990 barel minyak per hari.

Jalannya Pertandingan Tenis Meja

Pada babak final akhirnya mempertemukan tim kuat Medco E&P Indonesia melawan tim stakeholder Gubernur Sumsel.

Salah satu partai final mempertemukan tim Gubernur Sumsel melawan Medco E&P Indonesia.

Medco yang diperkuat mantan atlet tenis meja  Ekky, melaju ke babak final setelah mengandaskan tim SKK Migas A. Tim SKK Migas A yang diperkuat Haswanto Jaya dan Setyanto Aji Prahoro nyaris saja memenangkan pertandingan, sayangnya keberuntungan berpihak ke Medco. Akhirnya tim SKK Migas kalah 2-1 lawan Medco.

Pada penyisihan grup, SKK Migas juga menurunkan tim B yang diperkuat oleh Awamsyah, Toni Kesumah, Wardan Abin, Hendra Sagita, Tri Yulianto, Taufik Alamsyah hanya kalah lawan tim Gubernur Sumsel yang berada dalam satu Pool.

Sementara itu tim Gubernur Sumsel yang diperkuat oleh Asisten III Zulkarnain, Fauzi dkk menundukkan tim KKKS Pertamina Hulu Energi Ogan Komering (PHE OK). Pertandingan semifinal antara PHE OK yang dihuni oleh Ari, Ruslan, Darwin, Hendra, Kholis dan Soni melawan tim tenis meja Gubernur Sumsel berlangsung seru. Kejar mengejar poin juga terjadi pada setiap partai pertandingan. Akhirnya tim Gubernur yang cukup solid memenangkan pertandingan dan melaju ke final.

Pada babak final tim Medco E&P Indonesia yang mengandalkan Ekky harus mengakui kalah 0-2 keunggulan tim Gubernur Sumsel. Tampuk  juara dipegang oleh Gubernur Sumsel, diikuti juara 2, tim tenis meja Medco dan juara 3 bersama SKK Migas A dan PHE OK.  Firko

lion parcel