Covid, Pemakaian Listrik untuk Industri dan Bisnis Jadi Minus

49

Dampak pandemi Covid, Pemakaian Listrik untuk Industri dan Bisnis Jadi Minus. Justru pemakaian tarif rumah tangga meningkat. 

Palembang, Extranews — Dampak pendemi covid-19 pemakaian listrik oleh kalangan industri dan bisnis jadi minus, namun tarif listrik untuk pemakaian Rumah Tangga bertambah jadi 6 persen dari biasanya 4 persen. Hal itu disampaikan oleh Manager  Sub Bidang Perencanaan PT PLN Wilayah S2JB Muhammad  Syafdinnur, dalam acara Virtual meet up media gathering dengan media di Sumatera Selatan, Selasa (15/12). Menurut Syafdinnur, data pemakaian tarif listrik ini hingga November 2020. Dampak covid juga, beban puncak saat-saat awal pandemi covid menurun drastis dan ketika memasuki adaptasi baru, pada Agustus 2020 beban puncak mulai meningkat. 

Sementara itu, GM PT PLN UIWS2JB yang diwakili oleh Senior Manager SDM dan Umum Ferri Bawan menjelaskan, tujuan  kegiatan meet up ini untuk meningkatkan engagement antara PT PLN Persero Unit Induk Wilayah Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu dan wartawan di tiga wilayah provinsi tersebut. 

Menurut Ferri Bawan, rangkaian kegiatan yang digelar setiap tahun dilakukan. Mengajak rekan media mengenal produksi listrik, bagaimana mengalirkan listrik ke masyarakat dan melayani pelanggan di pelosok daerah. Pola kegiatan karena dampak covid, maka dilaksanakan dalam bentuk virtual melalui zoom. Melalui kegiatan ini,  PLN menyampaikan sharing dari rencana jangka panjang sampai aktivitas dilakukan masukan dan saran dan kritik rekan media bagaiman PLN melakukan program ke depan. Ferri menjelaskan, melalui sinergi dengan wartawan ini maka akan menjadi masukan bagi PLN termasuk kejadian di lapangan. “Seluruh masukan ini akan menjadi input untuk meningkatkan pelayanan ke pelanggan,” ujar Ferri.Selanjutnya dalam materi kondisi kelistrikan di tiga provinsi, ujar Muhammad Syafdinnur, bahwa  listrik mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan, kebutuhan vital di tiga provinsi ke depannya. Akses pelayanan listrik di S2JB berada pada peringkat 33 tahun 2019 dan tahun 2020 jadi peringkat 25. Selain itu, potensi pembangunan EBT di PLN W S2JB  di sumsel 35 lokasi kapasitas 173,79 MW, jambi 8 lokasi dan bangkuku 26 lokasi dengan total  326,83 MW. Jumlah pelanggan di Sumsel  mayoritas 90 persen rumah tangga pelanggan sosial sekitar 2 persen bisnis 3 persen di Jambi  5 persen bisnis di Bengkulu adalah rumah tangga. Sedangkan penjualan tenaga listrik, di Sumsel kategori rumah tangga  58 persen, bisnis 14 persen  dan industri 17 persen pemerintah 7 persen dan kategori sosial 4 persen. Ke depan pengembangan listrik, membangun tahun 2028 jumlah pelanggan 350.729. Listrik pedesaan 2.323 pelanggan. Di Sumsel tahun 2028, total 1.950 JTM dan 9.227 JTR 879 trafo dan penambahan pelanggan 451.637. Rencana listrik di pedesaan 4.618 pelanggan. Di OKU, di desa Warpuk Ranau Selatan, di perbukitan Desember bisa dinikmati. Secara rasio, bahwa rasio desa berlistrik di Sumsel  98,33 persen. Fk 

LEAVE A REPLY