Target Produksi 1 Juta Barrel Per Hari Optimis Tercapai

38

2020 INTERNATIONAL CONVENTION ON INDONESIAN UPSTREAM OIL AND GAS. MELALUI KONVENSI IOG 2020, SKK MIGAS OPTIMIS TARGET 2030 DAPAT TERCAPAI.

Jakarta, Extranews —- 4 Desember 2020 Penyelenggaraan 2020 International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas (IOG 2020) pada tanggal 2 – 4 Desember 2020 menumbuhkan optimisme Satuan Kerja KhususPelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi(SKK Migas) untuk mencapai produksi minyak dan gas bumi (migas) tertinggi sepanjang sejarah Indonesia di 2030 mendatang. Pada tahun 2030, SKK Migas memilikitarget pencapaian produksi 1 juta barel minyak per hari(BOPD) dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari(BSCFD), jumlah ini secara total mencapai 3,2 juta barelsetara minyak per hari (BOEPD).Hal tersebut diungkapkan Wakil Kepala SKK Migas, Fatar Yani Abdurrahman dalam sambutannya saat menutupkonvensi IOG 2020 di Jakarta (4/12). “Salah satu tujuandari konvensi ini adalah meningkatkan kolaborasi antarapemangku kepentingan dan pelaku industri untukmendukung pencapaian visi jangka panjang SKK Migas. Kami bersyukur tujuan tersebut dapat tercapai denganadanya komitmen dari pemerintah yang tetap menjadikanindustri hulu migas sebagai penggerak pertumbuhanekonomi nasional,” katanya.Komitmen pemerintah disampaikan oleh MenteriKoordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi LuhutBinsar Pandjaitan; Menteri Koordinator BidangPerekonomian Airlangga Hartarto; Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, dan MenteriKeuangan Sri Mulyani yang hadir dalam IOG 2020.Adapun komitmen tersebut akan diaplikasikan melaluipenyederhanaan dan efisiensi birokrasi melalui Undang-Undang Cipta Kerja, kemudahan perizinan melalui satupintu, kolaborasi antar kementerian, keterbukaan aksesdata migas untuk para investor, integrasi antar industrihulu dan hilir guna percepatan monetisasi, pemberianpaket stimulus, penyesuaian harga gas untukpertumbuhan industri, serta flexibilitas bentuk kontrakantara SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama(KKKS). Fatar menyampaikan saat ini terdapat empat tantanganbesar yang harus dihadapi oleh industri hulu migas yaiturendahnya harga minyak, pandemi Covid-19 yang belumtuntas, adanya pergeseran terhadap kebutuhan energiterbarukan, dan persaingan antar negara untuk menarikinvestasi. “Menanggapi tantangan tersebut, dalamkonvensi ini bersama dengan pemerintah, kami merumuskan sembilan kebijakan fiskal untuk menjadikanindustri ini tetap menarik bagi investor, mengedepankanpenggunaan digitalisasi data, serta melakukan langkah-langkah cost efficiency agar dapat beradaptasi dengankondisi saat ini,” ujarnya.Selain itu, terdapat 14 pelaksanaan concurrent forum dariberbagai bidang di SKK Migas yang dilakukan untukmembentuk diskusi kolaboratif antara pemerintah, KKKS, dan asosiasi migas untuk mendukung pencapaian visi2030.Melalui forum-forum tersebut, kami bersama-samamendetilkan tantangan yang dihadapi di lapangan sertaberdiskusi terkait langkah solutif apa agar target bersamakita di 2030 dapat tercapai,” Fatar menyatakan.

DISKUSI CEO KKKS

Dalam perhelatan IOG 2020, turut diselenggarakan forum diskusi yang dihadiri 35 pimpinan tertinggi KKKS. Dari diskusi tersebut diperoleh beberapa hal yang dibutuhkanoleh KKKS dalam upaya peningkatan produksi dan efisiensi biaya.Terdapat beberapa hal yang disampaikan oleh KKKS untuk menunjang oprasi mereka dalam upayamewujudkan 1 juta barel yaitu percepatan pengadaan danperizinan melalui  satu pintu, mengembangkan local supply chains, kemudahan akses data eksplorasi dan perpanjangan izin, pemberian insentif untuk marginal fielddan kegiatan restorasi, regulasi yang jelas terkait aplikasiEOR, serta kejelasan mengenai tanggung jawabkontraktor pada saat transisi berakhirnya wilayah kerja,” jelas Fatar.Fatar menyatakan bahwa daftar kebutuhan tersebut yang akan menjadi prioritas untuk dapat segera diselesaikan, agar para KKKS dapat fokus menjalankan kegiatanoperasi sehingga target produksi 1 jura BOPD dan 12 BSCFD dapat tercapai di 2030.SKK Migas mencatat sebanyak lebih dari 12.000 pesertaterdaftar dalam IOG 2020 dan terdapat 36.000 kunjunganselama 3 hari pelaksanaan yang menjadikan acara inimenjadi acara virtual hulu migas pertama terbesar di Indonesia. “Kami mengucapkan banyak terima kasih ataskehadiran dan support dari para peserta, kami tidakmenyangka mendapatkan antusiasme yang begitu besarterhadap acara ini. Terima kasih juga kepada pihaksponsor yang mendukung kegiatan ini serta kepadapanitia yang telah bekerja keras menyukseskan acara ini. Tahun depan kami akan menyelenggarakan kembalikonvensi ini untuk membahas progress yang telahdilakukan dalam upaya mendukung visi jangka panjang2030, sampai jumpa pada acara IOG 2021,” pungkasFatar. Rel/fK

LEAVE A REPLY