Penerapan 3M di Destinasi Wisata Masih Rendah

84

Penerapan 3M di Destinasi Wisata Masih Rendah

Jakarta, Extranews — Penerapan 3 M (mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker) di daerah wisata masih menjadi persoalan dalam penerapan protokol kesehatan. Hal itu disampaikan oleh Dr. Dewi Nur Aisyah,
Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19. Acara yang dimoderatori host, dr. Lula Kamal, M.Sc, dalam zoom meeting dengan peserta wartawan ubahlaku, Rabu (4/11).
Menurut Dewi, saat liburan panjang dan dari pemantauan BNPB, ada lokasi-lokasi wisata tertentu banyak pengunjung yang belum patuh menggunakan masker. Lokasi dipantau yaitu, pusat perbelanjaan mall, warung, dan destinasi wisata dalam diskusi dengan tema “Covid-19 Dalam Angka: Protokol Kesehatan di Tempat Wisata”.
Apakah masyarakat sudah patuh, jawabnya beragam karena
Dipantau protokes dan ditampilkan bergilir, bergerak sama untuk saling patuh harus kolektif.
Apalagi duta perubahan tingkah laku, diingatkan kapan digunakan dan kapan harus diganti. Dari pertanyaan yang diajukan, hampir tiga persen masih menolak menggunakan masker.
Menurut Lula Kamal, meski peta jalan pengadaan vaksin Covid-19 dalam tahap finalisasi. Kedisiplinan masyarakat menerapkan protokol kesehatan dimanapun dan kapanpun, merupakan upaya pencegahan primer dari penularan Covid-19.
Lula mengakui, pada pengalaman libur panjang Agustus lalu, terbukti berdampak pada penambahan kasus positif di tingkat nasional.
Hal ini dipicu terjadinya kerumunan di berbagai lokasi wisata yang dikunjungi masyarakat selama masa liburan dan ketidakpatuhan dalam menerapkan protokol kesehatan. fk

LEAVE A REPLY