Realisasi Lifting Minyak SKK Migas Kuartal III Lampaui Target

119

Realisasi Lifting Minyak SKK Migas Kuartal III Lampaui Target

Jakarta, Extranews Realisasi lifting minyakhingga kuartal ketiga, September 2020 Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) melampaui target. Realisasilifting minyak hingga September 2020 m mencapai target yang dicanangkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2020.

Kepala SKK Migas, Dwi Soecipto, menjelaskan, dalam konferensi pers secara daring, Jumat(22/10), realisasi SKK Migas hingga September lifting minyak 706,2 ribu barel per hari (bph) mampu capai target yang ditetapkan sebesar 705 ribu bph atau 100,2% di atas target. Namun sayangnya capaian positif lifting minyak tidak mampu diimbangi oleh lifting gas. Hingga september, realisasi lifting gas hanya mencapai 5.502 juta kaki kubik per hari (MMscfd) atau 99% dari target APBNP 2020 sebesar 5.556 MMscfd. Dari data SKK Migas, secarakeseluruhan, lifting migas hingga septemberhanya 1.689 ribu barel setara minyak (barrel oilequivalent per day/boepd). atau 99,6% dari target APBNP 2020 yakni 1.697 ribu boepd.

Dwi mengungkapkan meskipun masih belum mencapai target, dari sisi penerimaan negara sebenarnya realisasi masih cukup baik. Hingga September 2020, penerimaan negara sektor hulu migas mencapai US$6,99 miliar dengan target sebenarnya dalam APBNP 2020 sebesar US$5,86 miliar. Dengan realisasi hingga september SKK Migas optimis pada akhir tahun nanti penerimaan negara bisa mencapai US$7,21 miliar.

Dwi mengakui, penerimaan negara cukup bagus di atas yang ditargetkan.

Sementara untuk realisasi pembayaran costrecovery kepada kontraktor realisasi hingga september 5,97 miliar dolar AS atau sudah mencapai 73,5% dari target yang ditetapkan sebesar 8,12 miliar dolar AS

Dari sisi investasi hingga september realisasi sebenarnya masih cukup rendah karena baru mencapai 50% dari target yang ditetapkan sebesar US$13,8 miliar. Berdasarkan data SKK Migas investasi baru mencapai US$6,9 milliarpadahal targetnya sebesar US$13,8 miliar. Dengan realisasi hingga September yang masih cukup rendah ini SKK Migas kata Dwi memperkirakan pada akhir tahun investasi tidak akan mencapai target atau hanya US$11,1 miliar.

Dwi menegaskan rendahnya realisasi investasi hingga kuartal III 2020 diakibatkan oleh pandemi serta penurunan harga minyak dunia. Dengan adanya Covid-19 dan rendahnya harga minyak dunia menurunkan dan investasi. fk

LEAVE A REPLY