4 Rumah Warga Terkena Sumburan Minyak Mentah, Diduga Akibat Tekanan Sumur Tinggi Penyebab Pasti Masih Diinvestigasi

116

Tampak warga memperlihatkan aliran pipa menyemburkan minyak setelah diganti dengan pipa baru. 

Muara Enim,Extranews – Warga Desa Tanjung Kemuning, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim dibuat panik. Soalnya, pipa  aliran minyak mentah milik Pertamina EP Asset 2 Limau Field berada dekat pemukiman warga desa tersebut mengeluarkan suara ledakan keras hingga menyeburkan minyak mentah dengan ketinggian mencapai 20 meter didduga akibat tekanan sumur minyak.

Kejadian itu diketahui Senin (31/8) pukul 09.30 WIB. Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Namum perkarangan dan empat rumah milik Hasbullah (43), Alansyah (35), Kamaludin (60) dan Susmawati (43) terkena semburan minyak. Semburan minyak berhasil dihentikan setelah petugas Pertamina EP Asset 2 Limau Field menutup kran aliran minyak.

Hengki Fernando (21) menceritakan, awal kejadian tersebut secara tiba-tiba. Saat itu, kata dia, dirinya sedang mantau adiknya bersama tujuh rekannya yang berstatus pelajar SMP tengah mengikuti pelajaran daring didepan rumah Susmawati. 

Tiba-tiba terjadi ledakan pipa minyak milik Pertamina EP Asset 2 Limau Field yang berjarak 2,5 meter dari rumah Susmawati sebanyak tiga kali. Kemudian terjadi semburan minyak yang keluar dari pipa aliran minyak milik Pertamina setinggi 20 meter. Saat itu, dirinya langsung menyelamatkankan delapan orang berstatus pelajar tersebut dan pemilik rumah yang tengah duduk didepan pintu pingsan setelah terjadi ledakan pipa aliran minyak pertamina.  

“Sebelum kejadian aku ngawasi budak-budak belajar daring di pance (Tempat santai, red). Aku tegak didepan pance, bik Susmawati baru pulang dari nyadap keret duduk depan pintu, tau-tau ado ledakan sebanyak tigo kali dan terjadi semburan minyak, aku langsung tepental. Budak-budak tadi langsung aku suruh lari dan bik Susmawati pingsan, aku seret ke samping rumahnyo,” ujar Hengki saat disambangi awak media di lokasi kejadian semburan minyak, Kamis (3/9).

Lanjutnya, semburan minyak yang keluar dari pipa aliran minyak pertamina berlangsung cukup lama sehingga perkarangan dan empat rumah warga terkena semburan minyak mentah. Kejadian tersebut langsung diberitahukan kepada perangkat Desa Tanjung Kemuning dan memberitahukan kejadian tersebut kepada pihak pertamina sehingga semburan minyak berhasil dihentikan serta langsung dilakukan pergantian pipa dan tumpahan minyak diperkarangan rumah juga disedot menggunakan alat vakum. 

Sementara itu, Pj Kepala Desa Tanjung Kemuning Subran Lekat SE didampingi Sekeratis Camat Gunung Megang Ardiansyah usai memfasilitasi mediasi warga yang terkena dampak semburan minyak mentah dengan pihak pertamina menjelaskan, pemasalahannya telah selasai dan telah disepakati antar warga dengan pihak Pertamina EP Asset 2 Limau Field. 

Lanjutnya, pihak pertamina menyanggupi memberikan kopensasi kepada warga yang terkana dampak langsung akibat semburan minyak. “Hasil musyawarah hari ini (Kemarin, red) pertamina menyanggupi. Pihak pertamina akan memberikan kopensasi kepada Hasbulah, Alansyah dan Kamaludin sebesar Rp7,5 juta. Sedangkan Susmawati mendapat kopensasi sebesar Rp11,5 juta. Sementara 8 anak yang tengah mengikuti daring saat kejadian mendapat kopensasi sebesar Rp100 ribu per orang,” ujar Subar saat disambangi di kantor Camat Gunung Megang.

Lanjutnya, selain itu Pemerintah Desa Tanjung Kemuning juga meminta kepada manajemen Pertamina EP Asset 2 Limau Field, agar pipa aliran minta sepanjang Dusun II Tanjung Kemuning-Sumur BEL 35 diperhatikan dan diganti dengan pipa yang baru. Sebab, kata dia, penelusuran di lapangan kondisi pipa tersebut sudah korosi dan sangat mengancam keselamatan warga. “Kejadian ini sudah terjadi dua kali. Untuk itu, kita meminta kepada pihak pertamina untuk melakukan penyegaran pipa minyak di jalur Dusun II Tanjung Kemuning-Sumur BEL 35,” pintanya.

Limau Asmant Legal And Relation (LR), Fredrick Roma P melalui Relation dan Formalities (RF), Afrianto ketika dikonfirmasi mengatakan, kebocoran pipa flowline sumur BEL 35 di Desa Tanjung Muning sudah dilakukan perbaikan dari PT Pertamina EP (PEP) Asset 2 melalui Field Limau. 

Perbaikan telah rampung, Selasa (1/9) dan kebocoran telah ditutup dan semburan minyak mentah tidak lagi mencemari lingkungan warga di sekitar lokasi kebocoran. “Begitu dapat informasi dan laporan, tim kami (PEP Asset 2 Limau Field, red) telah dilakukan gerak cepat dan langsung ke lokasi kejadian. Langsung dilakukan melakukan penanganan dan perbaikan kebocoran pipa yang menyebabkan tumpahan minyak mentah (Crude Oil) di sekitar lokasi kejadian,” ujar Afri saat dihubungi awak media, Kamis (3/9)

Pihaknya berkoordinasi dengan Pemerintah desa (Pemdes) dan warga terdampak kebocoran pipa. “Kita terjunkan tim security perusahaan, untuk mengamankan lokasi. Selanjutnya, tim produksi dan HSSE melakukan pembersihan sisa kebocoran minyak mentah. Dan, perbaikan kebocoran sudah selesai Selasa sore lalu,” tukasnya.

Sambungnya, warga terdampak kebocoran sudah didata dan akan mendapatkan kompensasi dari perusahaan terkait kebocoran pipa terjadi hingga menyemburkan kebocoran minyak mentah. “Dari hasil musyawarah hari ini clear dan semuanya telah disepakati. Lahan (Perkarangan) warga sudah ditimbun,” ujarnya.   

Lanjutnya, penyebab sementara diduga akibat tekanan sumur terlalu tinggi, apalagi pipa tergolong baru berumur sekitar satu tahun. “Untuk pastinya, tim tengah melakukan investigasi mendalam terkait penyebab utama kebocoran pipa tersebut,” jelasnya.NH

Tampak warga memperlihatkan aliran pipa menyemburkan minyak setelah diganti dengan pipa baru. 

LEAVE A REPLY