Sukses Penanganan Covid , Vietnam Selamat dari Resesi!

140

Sukses Penanganan Covid , Vietnam Selamat dari Resesi! 

Jakarta, Extranews — Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) membuat ekonomi kawasan Asia Tenggara diperkirakan mengalami kontraksi. Namun ada satu negara yang ‘diramal’ bakal selamat, dialah Vietnam.

Resesi global akibat lockdown skala besar yang mengurung lebih dari tiga miliar orang di muka bumi telah membuat produksi turun, begitu juga dengan sisi permintaan yang melambat signifikan.

Negara-negara yang terlalu berorientasi pada ekspor dan pariwisata seperti Singapura, Malaysia dan Thailand berpotensi besar mengalami kontraksi untuk tahun ini.

Meski Indonesia bertumpu pada konsumsi domestik, penurunan pendapatan dan daya beli masyarakat serta anjloknya harga komoditas juga bakal menyeret perekonomian terbesar di ASEAN itu jatuh ke dalam jurang resesi.

Menurut kajian Bank Dunia, pertumbuhan PDB Thailand diperkirakan -5% tahun ini dan menjadi yang terburuk di antara negara tetangganya. Sementara itu output perekonomian Negeri Jiran diproyeksikan menyusut 3,1%.

Dengan skenario terburuk, ekonomi Indonesia bisa tumbuh negatif 2%. Namun berbeda dengan kebanyakan negara yang mengalami kontraksi, ekonomi Vietnam justru diramal masih dapat tumbuh positif di angka 2,8% tahun ini.

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Negara-negara ASEAN 2020 (%)

Negara World Bank
Indonesia -2.0
Malaysia -3.1
Filipina -1.9
Thailand -5.0
Vietnam 2.8

Catatan : untuk kasus Indonesia menggunakan skenario terburuk

Table: Tirta Citradi Source: World Bank

datawrapper.gif

Keberhasilan Vietnam dalam menangani wabah memang patut diacungi jempol. Terlepas dari pro kontra yang ada, jumlah penderita Covid-19 di Vietnam berhasil ditekan di bawah angka 500.

Hingga kemarin, Jumat (17/7/2020) Vietnam hanya memiliki 381 penderita Covid-19. Sebanyak 356 orang dinyatakan sudah sembuh. Hebatnya lagi, tak ada kasus kematian yang dilaporkan di Vietnam.

datawrapper.gif

Jelas ini menimbulkan pertanyaan bagi banyak pihak. Bagaimana bisa Vietnam yang hanya negara berkembang dengan jumlah dokter hanya 8 per 10.000 orang bisa menekan wabah secara efektif?

Lantas bagaimana sebenarnya penanganan COVID-19 di Vietnam? Mari kita runut terlebih dahulu mulai dari awal mula kasus terjadi di Vietnam.

Vietnam melaporkan dua kasus pertamanya pada 23 Januari 2020, bertepatan dengan hari di mana sebagian besar kota di Provinsi Hubei termasuk Wuhan dikarantina. The ASEAN Post melaporkan, dua orang penderita COVID-19 tersebut adalah seorang ayah dan anak yang datang dari Wuhan ke Hanoi.

Vietnam dikabarkan telah menyiapkan berbagai upaya mengantisipasi wabah itu akan muncul di negaranya jauh sebelum terkonfirmasi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa saat Wuhan baru melaporkan 27 kasus, Vietnam sudah ambil ancang-ancang.

Sebuah rapat penting antara Kementerian Kesehatan Vietnam, WHO dan Center for Disease Control & Prevention (CDC) dari AS dihelat pada 15 Januari. Rapat tersebut digelar membahas strategi penanganan wabah.

Empat hari sebelum rapat itu diselenggarakan tepatnya pada 11 Januari 2020 ketika kasus kematian pertama di China dilaporkan, Vietnam bersiap siaga dengan mengetatkan pengawasan medis serta menutup seluruh perbatasan hingga bandara yang berpotensi menjadi titik penyebaran wabah.

Strategi yang paling awal dilakukan Vietnam dalam menangani wabah ini adalah dengan melakukan pelacakan kontak (contact tracing) sehingga orang yang diduga penyebar maupun yang terinfeksi bisa segera diisolasi.

Menurut WHO, proses penelusuran kontak memiliki tiga langkah berikut: identifikasi kontak, daftar kontak, dan tindak lanjut kontak.

“Vietnam telah berhasil melakukan penelusuran melalui identifikasi yang cepat klasifikasi Kementerian Kesehatan yang jelas mengenai kasus COVID-19 terutama bagi yang terinfeksi, diduga terinfeksi dan yang terpapar serta mobilisasi cepat para profesional kesehatan, personel keamanan publik, militer, dan pegawai negeri sipil untuk menerapkan penelusuran, “catat Asia Pacific Foundation of Canada dalam laporannya, mengutip The ASEAN post.

Selain itu, Vietnam juga menerapkan pengawasan ketat terhadap orang yang dicurigai terinfeksi. Dilaporkan bahwa kementerian kesehatan negara tersebut telah bekerja dengan perusahaan teknologi untuk mengembangkan sistem pelaporan online di mana dugaan dan konfirmasi kasus COVID-19, serta orang-orang yang berhubungan dekat dengan mereka, dimasukkan ke dalam basis data yang tersedia secara real time kepada pemerintah di Hanoi.

Selain itu, Kementerian Informasi dan Komunikasi (MIC) Vietnam juga telah memperkenalkan aplikasi seluler bernama NCOVI untuk memungkinkan masyarakat menyatakan keadaan kesehatan mereka setiap hari.

World Economic Forum (WEF) juga memuji Vietnam atas tanggapan cepatnya dalam menangani virus corona jenis baru ini. WEF juga mencatat bahwa Vietnam menjadi negara partai tunggal, dengan layanan militer dan keamanan yang besar dan terorganisir serta mampu membuat keputusan dengan cepat dan tepat.

Keberhasilan menekan perkembangan wabah merupakan kunci utama untuk menyelamatkan perekonomian. Semboyan sedia payung sebelum hujan memang benar-benar diterapkan oleh Vietnam.

Fitch Solution pun memuji Vietnam atas penanganan wabah Covid-19 yang cepat, tanggap dan efektif. Menurut Fitch Solutions, Vietnam digadang-gadang menjadi juara di Asia Tenggara karena mampu menarik investasi di sektor manufaktur dan memiliki kebijakan yang stabil pasca wabah mendera.cnbc/fk

 

LEAVE A REPLY