Fraksi Demokrat Pertanyakan Program Sekolah dan Berobat Gratis

180

Fraksi Demokrat Pertanyakan Program Sekolah dan Berobat Gratis

PALEMBANG, Extranews —-  Janji politik Gubernur Sumsel Herman Deru untuk kembali melanjutkan program berobat dan sekolah gratis kembali dipertanyakam wakil rajyat di DPRD Sumsel. Pasalnya, masyarakat harus mengeluarkan biaya untuk mendapatkan pendidikan, begitu juga berobat gratis juga belum dirasakan masyarakat.

“Kenapa program sekolah dan berobat gratis belum direalisasikan oleh masyarakat, padahal dua program ini ada dalam janji politik pak gubernur,”kata Ketua Fraksi Demokrat DPRD Sumsel, MF Ridho saat melakukan interupsi dalam rapat paripurna yang berlangsung, Senin (1/7).

Dikatakan Ridho, pendidikan gratis sangat diharapkan bagi masyarakat kurang mampu sehingga masyarakat kurang mampu dalam melanjutkan pendidikan tingkat SMA.

“Itu lah tugas pemerintah memberikan fasilitas pendidikan kepada masyarakat, sehingga tidak memberatkan masyarakat dengan sekolah gratis tersebut,” jelas dia.

Begitu juga dengan berobat gratis karena masih banyak masyarakat yang belum terdaftar dalam BPJS kesehatan, karena janji gubernur masyarakat yang inggin mendapatkan pelayanan kesehatan hanya menunjukkan KTP saja.

“Oleh karena itu kami minta dalam APBD perubahan tahun ini Pemprov dapat mengalokasikan anggaran sekolah dan berobat gratis,” jelas Ridho.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya mengatakan, Pemprov Sumsel tidak mampu memfasilitasi seluruh sekolah digratiskan khususnya tingkat SMA karena keuangan Pemprov terbatas. Namun untuk sekolah unggulan sepenuhnya diserahkan kepada sekolah untuk memungut biaya kepada wali murid.

“Sedangkan untuk sekolah standar gratis,untuk itu ada yang gratis ada yang berbayar disesuaikan dengan sekolah tersebut,”ujar dia.

Dikatakan dia di Sumsel ini ada Sekitar 437 sekolah tingkat SMA/SMK yang ada dibawah naungan Pemprov Sumsel. Sedangkan sekolah unggulan hanya berjumlah 26 baik di Palembang maupun di kabupaten/kota lainnya.

“Kalau semua sekolah gratis Pemprov tidak mampu. Oleh karena itu sekolah yang ada di daerah banyak yang kurang fasilitas baik itu ruangan maupun fasilitas lainnya,”jelas dia.

Mengenai program berobat gratis, Mawardi mengklaim bahwa sudah ada  4 kabupaten/kota yang sudah menjalani berobat gratis yang masuk dalam BPJS kesehatan. Sedangkan daerah lainnya masih dalam proses.

“Intinya baik sekolah maupun berobat gratis akan kita bahas bersama antara OPD terkait dengan Komisi-komisi DPRD Sumsel,”jelas dia. (Khan)

LEAVE A REPLY