Pilkada 9 Desember Dikhawatirkan Partisipasi Pemilih Rendah

40

Palembang, Extranews  –Pilkada serentak yang dilaksanakan pada 9 Desember 2020, dikhawatirkan partisipasi pemilih rendah. Mengingat dari survei angka yang percaya adanya covid19 mencapai 78 persen, sedangkan 22 persen tidak percaya. “Jika persentase jumlah yang percaya covid dengan kekhawatiran terkena covid saat ke TPS, mungkin partisipasi jadi rendah. Demikian benang merah dalam diskusi Pilkada , Kamis (15/10).

Diskusi yang digelar dengan menyikapi  polemik terkait Pilkada Serentak yang akan dilaksanakan pada bulan Desember mendatang, Sekretaris DPD Sumsel Partai Golkar, Herpanto menilai bahwa dalam Pemerintah belum memaksimalkan upayanya dalam menciptakan Pilkada yang efektif.

“Beberapa elemen diharapkan dapat bergabung dalam menciptakan Pilkada yang efektif. Tetapi yang menjadi pelakunya itu ialah penyelenggara dan Pemerintah,” kata Herpanto saat menghadiri kegiatan Diskusi Diskusi Publik yang diadakan oleh Medis Online Pelita Sumsel di Om Ndut Cafe Palembang, Kamis (15/10).

“Saya pikir kalau saat ini Pemerintah hanya menjalankan program, tetapi belum sampai untuk menyikapi bagaimana terciptanya Pilkada ini dengan baik,” tambahnya.

Disampaikannya, dalam diskusi tersebut, berbagai komentar disampaikan oleh para narasumber diharapkan mampun untuk direspon, bahwa tidak hanya penyelenggara yang terlibat dalam permasalah Pilkada.

“Para penerima anggaran juga harus memperhatikan ini, artinya Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Daerah juga harus dapat menciptakan mental pemilih untuk datang ke TPS,” ujarnya.

Menurut Herpanto, dengan sisa waktu yang ada saat ini, Pemerintah dinilai harus bekerja keras.
Selain itu, partai politik juga harus mampu menyikapi permasalah tersebut dengan membantu pihak penyelenggara agar tercipta kepatuhan terhadap Protokol Kesehatan.

“Ini semua bertujuan, dalam Pilkada nanti, partisipasinya tetap pada angka 70 persen. Dan inilah yang harus diciptakan oleh Pemerintah,” pungkasnya. Fk

LEAVE A REPLY