Bawaslu Temukan Pelanggaran Protokol Kesehatan di 35 Kabupaten/Kota

61

Bawaslu Temukan Pelanggaran Protokol Kesehatan di 35 Kabupaten/Kota

Jakarta, Extranews  – Ketua Divisi  Pengawasan Bawaslu RI, M. Afiffudin mengatakan, Bawaslu RI telah melakukan evaluasi dalam tiga hari terakhir pelaksanaan kampanye Pemilihan serentak yaitu pada 28, hingga 30 September 2020. Dalam Tiga hari tersebut pihak Bawaslu menyimpulkan, terdapat 582 kegiatan kampanye di 187 Kabupaten/Kota.

Dari kegiatan kampanye itu, lanjut Afiffudin, pelanggaran protokol kesehatan ditemukan di 35 Kabupaten/Kota dimana tim kampanye tidak memastikan protokol pencegahan Covid-19 selama kampanye berlangsung. 

Beberapa daerah yang melanggar protokol pencegahan Covid-19 adalah Depok, Trenggale, Mojokerto, Ketapang, Bontang, Supiori, Bulukumba, Pasangkayu, Makassar dan Solok Selatan. 

“Data dalam 3 hari terakhir menunjukkan, mayoritas pilihan pasangan calon dan tim kampanye masih menggunakan kampanye dalam bentuk pertemuan langsung yang membutuhkan protokol kesehatan, ” jelas Afiffudin dalam webinar yang diselenggarakan Masyarakat & Pers Pemantau Pemilihan Umum (Mappilu) PWI Pusat, Kamis (1/10).

Bawaslu mengkhawatirkan kampanye ini berpotensi adanya penyebaran Covid-19. Ia menyebutkan hasil temuan Bawaslu, ada 582 bentuk kampanye yang jika dirinci sebagai berikut; Pertemuan terbatas/tatap muka sebanyak 250 kegiatan (43 persen), Penyebaran Bahan Kampanye sebanyak 128 kegiatan (22 persen) Pemasangan Alat Peraga sebanyak 99 kegiatan (17 persen), Kampanye Media Sosial sebanyak 64 kegiatan (11 Persen) dan Kampanye dalam Jaringan sebanyak 41 kegiatan.

Webinar Mappilu PWI yang kedua ini diselenggarakan dengan tema “Mewujudkan Pilkada Serentak 2020 yang Sehat dan Berbudaya”. Ratusan peserta yang merupakan wartawan dan anggota PWI di seluruh daerah turut hadir secara virtual. 

 Divisi Pengawasan Bawaslu RI, Afiffudin mengaku Bawaslu RI telah melakukan evaluasi dalam tiga hari terakhir pelaksanaan kampanye Pemilihan serentak di tiga hari terakhir yaitu tanggal 28, 28 dan 30 September 2020.

“Dalam Tiga hari tersebut didapatkan informasi, terdapat 582 kegiatan kampanye di 187 Kabupaten/Kota. Dari 582 Bentuk Kampanye dapat di rinci sebagai berikut; Pertemuan terbatas/tatap muka sebanyak 250 kegiatan (43 persen), Penyebaran Bahan Kampanye sebanyak 128 kegiatan (22 persen) Pemasangan Alat Peraga sebanyak 99 kegiatan (17 persen), Kampanye Media Sosial sebanyak 64 kegiatan (11 Persen) dan Kampanye dalam Jaringan sebanyak 41 kegiatan,” ungkap Afiffudin dalam webinar Mappilu PWI dengan topik: “Mewujudkan Pilkada Serentak 2020 yang Sehat dan Berbudaya”, Kamis (1/10/2020).

Data dalam tiga hari terakhir diakui Afiffudin menunjukkan mayoritas pilihan pasangan calon dan tim kampanye masih menggunakan kampanye dalam bentuk pertemuan langsung yang membutuhkan protokol kesehatan.

“Pilihan kampanye ini juga berpotensi adanya penyebaran Covid-19,” tuturnya.

Pelanggaran protokol kesehatan tersebut menurut Afiffudin ditemukan di 35 Kabupaten/Kota dimana masih tim kampanye tidak memastikan protokol pencegahan Covid-19 selama kampanye berlangsung.

“Diantara daerah yang melanggar protokol pencegahan Covid-19 adalah Depok, Trenggale, Mojokerto, Ketapang, Bontang, Supiori, Bulukumba, Pasangkayu, Makassar dan Solok Selatan,” kata Afiffudin. 

Webinar Mappilu PWI dengan topik”Mewujudkan Pilkada Serentak 2020 yang Sehat dan Berbudaya” tersebut menghadirkan keynote Speakers Menkopolhukam Mahfud MD dan Pembicara Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin, Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo, Divisi Pengawasan Bawaslu Afiffudin, Komisioner KPU Divisi Sosialisasi & Parmas I Dewa Wiarsa Raka Sandi, Anggota Dewan Pers Jamalul Insan, Wartawan Budaya, Yusuf Susilo Hartono.mappilu 

LEAVE A REPLY