Gelombang Penolakan Pembelian mobil Mewah oleh Pemkab Muara Enim Semakin Ramai

29

Gelombang penolakan Pembelian  mobil Mewah oleh Pemkab Muara Enim semakin Ramai

“Mana Slogan Merakyatnya”

Muara Enim,Extranews —- Gelombang penolakan pembelian mobil mewah oleh Pemkab Muaraenim semakin ramai Selain mendapat sorotan dari Fraksi PPP, Pemkab Muara Enim juga mendapat sorotan dan keritikan pedas dari kalangan masyarakat terkait rencana pangadaan mobil Toyota Land Cruiser (LC) untuk tamu VIP, dalam belanja langsung APBD Perubahan tahun anggaran 2020 yang diajukan ke DPRD Kabupaten Muara Enim.

Soalnya, mereka menilai satu unit mobil dinas Toyota Alphard eks mantan bupati tidak beroperasi dan masih sangat layak dipakai jika ada tamu agung. “Tentu sebagai masyarakat kami patut mempertanyakan seberapa urugensinya pembelian mobil Toyota Land Cruiser (LC) untuk tamu VIP tersebut,” jelas tokoh Pemuda Muara Enim, Ahmad Solihin, Yones Tober dan Tokoh Masyarakat Gunung Megang, Makmur yang juga mantan anggota DPRD Muara Enim,   Rabu (16/9).

Mereka mendukung dan apresiasi anggota dewan dari Fraksi PPP atas penolakan pangadaan mobil Toyota Land Cruiser (LC) untuk tamu VIP yang disampaikan eksekutif. Ahmad Solihin menilai, alangkah baiknya anggaran pembelian satu unit mobil Toyota Land Cruiser tersebut, dipergunakan untuk kegiatan yang bersentuhan langsung dengan rakyat sesuai dengan visi dan misi Muara Enim untuk rakyat.

Karena, lanjutnya, dana yang digelontorkan untuk pembelian satu unit mobil tersebut cukup besar mencapai Rp2,5 miliar. Apalagi, kata dia, rencana pengadaan luxury car tipe Toyota Land Cruiser ditengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini dan tidak tau kapan berakhirnya, dinilai tidak tepat. 

“Aneh dan heran saja dengan pola pikir pejabat dipemerintahan. Kalau pejabat Pemkab Muara Enim tidak mampu berpikir dalam mengambil keputusan, saya sarankan kepala daerah dan pejabat Pemkab Muara Enim untuk mengkaji ulang kembali dengan cara sholat tahajud dan istikharah,” tegas Ahmad Solihin.

Hal senada dikatakan, Tokoh Pemuda Muhammadiyah Muara Enim, Yones Tober mengatakan, kondisi perekonomian saat ini yang mana kita ketahui bersama dampak dari Corona atau Covid-19, sangat berat sekali. Apa lagi saat ini kondisi Kabupaten Muara Enim ada 2 kecamatan yang katagorinya zona merah dan ini harus diwaspadai dan sebaiknya pemerintah Muara Enim seharusnya  mengalokasikan dana yang berfokus pada kesehatan, jaringan pengaman sosial dan membantu dunia usaha sehingga bisa bertahan.

“Tidak tepat untuk pembelian mobil dengan kondisi saat ini dan saya sangat sepakat dengan kawan-kawan DPRD dari Fraksi PPP yang menolak pembelian mobil Toyota Land Cruiser,” jelas Yones.

Lanjut Yones, pengadaan mobil Toyota Land Cruiser mengacu keaturan jelas sudah salah. Kemudian kalau berbicara tamu VIP atau VVIP, siapa tamu VIP dan VVIP-nya yang harus disambut dengan mobil Toyota Land Cruiser. 

“Berpolitik itu ibarat pepatah dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung. Ketika visi misi itu merakyat artinya tidak membedakan antara pejabat dengan rakyatnya tidak perlu pakai mobil VIP atau VVIP dong, pakai mobil Innova cukup. Tinggal kepala daerah menyampaikan kepada tamu VIP atau VVIP inilah kondisi di Muara Enim dengan visi misi merakyat dan saya yakin tamu tersebut mengerti,” jelas Yones. 

Jika memang ada tamu agung datang ke Muara Enim, lanjut Yones, Pemkab Muara Enim bisa menyewa mobil diatas Toyota Land Cruiser yang sewanya lebih kecil seperti Hummer. Kalau Pemkab Muara Enim tidak mau mengeluarkan uang untuk sewa mobil tamu VIP atau VVIP bisa pinjam ke perusahan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Muara Enim sebagai bentuk kontribusi kepada pemerintah daerah. 

“Selaku masyarakat Muara Enim mengecam pengadaan mobil Toyota Land Cruiser yang dikemas untuk operasional tamu VIP atau VVIP dan kita sepakat serta mendukung kawan-kawan Fraksi PPP pengadaan mobil Toyota Land Cruiser dicoret. Kalau mau tampil gaya mewah dan elegant visi misinya harus diganti jangan merakyat,” tegas Yones dengan nada tinggi.

Sementara itu, Makmur mengaku sangat menyangkan jika memang benar pembelian Toyota Land Cruiser untuk tamu VIP. Karena sikap tersebut tentunya akan bertentangan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Muara Enim untuk rakyat.

Dia berharap, kiranya pengadaan satu unit Toyota Land Cruiser tersebut dipertimbangkan kembali. Karena mobil dinas Toyota Alphard eks Bupati Muara Enim sangat layak pakai. “Apa anggaran APBD itu harus dihabiskan untuk membeli mobil saja, bukan untuk pembangunan infrastruktur lainnya guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tanya Makmur.NH

LEAVE A REPLY