Abai Protokes, Covid di Muaraenim Makin Melonjak

93

Abai Protokes, Covid di Muaraenim Makin Melonjak
Muara Enim, Extranews-
Plt Bupati Muara Enim H Juarsah angkat bicara terkait tren peningkatan kasus covid-19 di Kabupaten Muara Enim belakangan ini. Ia menyebut turunnya kepatuhan dan disiplin masyarakat akan protokol kesehatan jadi biang keladi.
“Sebetulnya dipengaruhi berbagai faktor, namun yang paling mendorong hal ini adalah tingkat kepatuhan dan disiplin masyarakat terhadap protokol kesehatan yang cenderung mulai menurun,” kata Juarsah, saat memimpin rapat gabungan terkait perkembangan covid-19 di Kabupaten Muara Enim, Senin (31/8).
Untuk itu. Plt Bupati menginstruksikan kepada tim gugus tugas agar lebih memperbanyak lagi sosialisasi ke masyarakat tentang pentingnya kepatuhan menjalankan protokol kesehatan pada tiap-tiap desa/kelurahan.
Salah satunya dengan gerakan 3M plus yaitu Memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak ditambah lagi dengan menghindari menyentuh daerah sekitar muka dan tetap di rumah jika tidak ada keperluan yang penting.
Menurutnya, penerapan protokol kesehatan terutama penggunaan masker pada aktivitas diluar rumah sudah terbukti menurunkan tingkat resiko penularan virus Covid-19. “Idealnya tiap 1 orang setidaknya memiliki 4 buah masker, saya menghimbau para kepala desa untuk mengakomodir hal tersebut dan jika perlu dapat dialokasikan melalui dana APB-Desa,”urainya.
Selain itu, Juarsah mengatakan bertambahnya kasus positif di Kabupaten Muara Enim salah satunya karena letak Kabupaten Muara Enim secara geografis Kabupaten Muara Enim berada ditengah-tengah Provinsi Sumatera Selatan yang diapit oleh 11 kabupaten/kota lainnya dengan akses yang mudah dan intensitas arus pergerakan maupun perpindahan (mobilitas) manusia cukup tinggi.
“Ditambah cakupan luas wilayah dan penduduk yang termasuk padat khususnya di kecamatan tertentu sehingga hal tersebut memang menjadikan Muara Enim sebagai daerah yang memiliki risiko tinggi,”jelasnya.
Selanjutnya beberapa langkah yang akan diambil oleh Pemerintah Kabupaten Muara Enim, guna menekan penyebaran Covid-19 yaitu antara lain akan membantu sembako selama 14 hari bagi pasien yang menjalankan isolasi mandiri.
Kemudian akan kembali mensosialisasikan protokol kesehatan hingga ke desa/kelurahan, pembagian masker, cairan pembersih tangan secara masif dan penyemprotan massal pada titik-titik tertentu yang dianggap rawan atau berisiko tinggi.

Bertambah 1 Pasien Meninggal

Korban jiwa Covid-19 di Kabupaten Muara Enim bertambah lagi. Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Muara Enim mencatatkan total 13 pasien meninggal hingga Selasa (1/9). “Bertambah 1 pasien meninggal sehingga total sudah 13 pasien Covid-19 meninggal di Kabupaten Muara Enim,”kata Panca, Selasa (1/9).
Adapun pasien meninggal tersebut, lanjutnya asal Kecamatan Lawang Kidul. Panca menuturkan Kecamatan Lawang Kidul menyumbang kasus meninggal terbanyak di Kabupaten Muara Enim. “Lawang Kidul totalnya 6 kasus meninggal, selanjutnya Muara Enim 4 kasus serta Rambang Niru, Belimbing dan Lubai masing-masing 1 kasus,”ungkapnya.
Terkait perkembangan Covid-19 Kabupaten Muara Enim, Panca mengatakan per 1 September 2020 jumlah warga yang terkonfirmasi covid-19 di Muara Enim mencapai 453 orang. “Kasus bertambah tipis, 1 pasien asal Kecamatan Sungai Rotan,”jelasnya.
Panca menuturkan, total pasien yang masih dirawat sebanyak 248 orang. Sedangkan pasien sembuh sebanyak 192 orang. “Dari 248 pasien dirawat diantaranya 96 harus mendapat perawatan di rumah sakit, sementara 152 lainnya perawatan dirumah atau isolasi mandiri,”tuturnya.
Lanjut Panca, terkait data suspek OPD dan PDP, Panca mengatakan tim satgas tengah memproses sebanyak 74 orang dari total 764 orang. Sedangkan mengenai data kontak erat pasien , Tim Satgas memproses sebanyak 301 orang dari total 2.412 orang.
Selain itu juga, Satgas telah mengirim sebanyak 1.500 sampel ke BBLK Palembang. Dengan rincian 321 sampel dengan hasil positif dan 910 hasil negatif. “Untuk sampel yang masih proses ada 269 sampel,”terangnya.NH

LEAVE A REPLY