Pemkab Muaraenim Minta Ditarik Dukungan Pembentukan Sumsel Barat

52

Pemkab Muaraenim Minta Ditarik Dukungan Pembentukan Sumsel Barat

Muaraenim, Extranews — Buntut dari pernyataan mantan Bupati Lahat  Drs H Harunata MM, berpendapat bahwa Kota Lubuk Linggau layak jadi ibukota Sumsel Barat, membuat hati masyarakat kecewa khususnya  Kabupaten Muara Enim,bahkan sejumlah aktipitis Muaraenim meminta pemkab Muara Enim menarik dukungan pembentukan propinsi Sumsel Barat yang kembali diwacanakan tersebut. 

Permintaan penarikan dukungan tersebut bermula dari stetment yang dilontarkan mantan Bupati Lahat beberapa hari lalu di media dinilai telah mengecilkan daerah kabupaten/kota yang mendukung pembentukan Provinsi Sumatera Selatan Barat (SumselBar).

Bebagai bentuk kekecewaan, kalangan mayarakat Muara Enim meminta Pemkab Muara Enim dan DPRD untuk menarik dukungan pembentukan provinsi Sumatera Selatan Barat. “Kita menilai pendapat mantan Bupati Lahat (Harunata, red) telah melukai hati masyarakat dan mengecilkan potensi daerah kabupaten/kota yang mendukung pembentukan Provinisi Sumsel Barat, dengan kata lain hanya Lubuk Linggau yang layak untuk menjadi ibukota Sumsel Barat. Sedangkan daerah lain yang mendukung dinilai tidak layak,” ujar Tokoh Pemuda Kabupaten Muara Enim Ahmad Solihin, Kamis (23/7).

Lanjut Solihin, kalau berbicara mengenai fasilitas bandara yang telah dimiliki daerah seperti yang di sampaikan sesepuh Harunata dan layak menjadi ibukota Sumsel Barat, setiap daerah mampu membangun bandara. Muara Enim sendiri, kata dia, tengah membangun bandara, PALI telah memiliki bandara walaupun belum difungsikan, Pagaralam ada bandara,Muara Enim pernah memiliki bandara printis. 

“Kalau berbicara soal fasilitas bandara. Jika Cik Ujang mau, Lahat bisa bangun bandara. Apalagi Muara Enim dan Pali jika ada urusan ke Jakarta lebih memilih Palembang karena dekat. Pagaralam sudah ada bandara sendiri,” jelasnya.

Dikatakanya, terlalu dini untuk memikirkan soal ibukota Sumsel Barat. Sebab ada tim ahli dan tim independent serta konsultan yang dipercaya untuk mengkaji studi kelayakan  ibu kota Sumsel Barat. Menurutnya, setiap daerah yang mendukung pembentukan Provinsi Sumatera Selatan Barat, semuanya berpotensi untuk menjadi ibukota Sumsel Barat. “Tapi, itu nanti,” katanya.

Untuk itu, lanjutnya, dirinya akan konsolidasi dengan organisasi kepemudaan Lahat, Pagaralam dan PALI untuk mendesak pemerintah kabupaten/kota menarik dukungan pembentukan Provinsi Sumsel Barat. “Jelas Muara Enim tidak mau hasil bumi  seperti batubara, minyak, gas dan panas bumi ditarik untuk pembangunan ibukota provinsi baru. Dalam waktu dekat kita akan menjalin komunikasi dengan pengurus organisasi kepemudaan di daerah Lahat, Pagaralam dan PALI mengajak untuk menarik dukungan pembentukan provinsi Sumsel Barat dan tetap bergabung dengan Provinsi Sumatera Selatan,” tegasnya.NH

LEAVE A REPLY