Sekper : PTBA Lakukan Efisiensi Semua Lini, Sebaliknya Data Extranews PTBA Raup Laba Rp4,1 Triliun

36

Sekper  : PTBA Lakukan Efisiensi Semua Lini, Sebaliknya Data Extranews PTBA Raup Laba Rp4,1 Triliun 

Muara Enim,Extranews — Sekretaris Perusahaan melalui Manajer Humas PTBA, Iko Gusman, menjelaskan turunnya permintaan dan harga batubara dunia akibat  pendemi Covid-19 memaksa PT Bukit Asam melakukan efisiensi semua lini. Bahkan, perusahaan pelat merah ini tengah berjuang hidup disaat bisnis batubara tak menentu akibat bencana pandemi yang berkepanjangan. 

Hal ini diakui Manager Humas PTBA Iko Gusman,  saat  silahturahmi virtual bersama wartawan di  Kabupaten Muara Enim via aplikasi zoom, Kamis (23/7). Iko mengatakan PTBA turut menjadi salah satu perusahaan dalam negeri yang terdampak wabah pandemi.  “Pandemi berdampak kesemua sektor termasuk batubara, karena kegiatan industri berkurang maka permintaan energi (batubara) ikut berkurang,”kata Iko.

Namun demikian di balik penjelasan Iko, dari catatan redaksi Extranews, di tengah tren melemahnya harga batu bara, PT Bukit Asam Tbk mampu mencatatkan laba atas kinerja tahun 2019 sebesar Rp 4,1 Triliun dengan EBITDA sebesar 6,4 Triliun. 

Pencapaian laba ini didukung oleh kinerja operasional perseroan yang mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada tahun 2019, produksi batu bara perseroan mengalami kenaikan 10,2% dari tahun sebelumnya atau naik menjadi 29,1 juta ton. Kapasitas angkutan batu bara juga mengalami kenaikan menjadi 24,2 juta ton atau naik 7,0% dari tahun 2018.

Dalam silaturahmi, Iko menjelaskan, 

selama pandemi harga batubara turun drastis efek dari kebutuhan energi yang tidak signifikan. Meski begitu, Iko menyebut PTBA tak tinggal diam dalam kondisi pelik ini. Saat ini, kata dia, PTBA melakukan sejumlah terobosan salah satunya gerakan efisiensi kesemua lini.  “Efesiensi disegala bidang,semua lini, dilakukan cara-cara pola pekerjaan dengan mencari rasio rendah, juga termasuk mengefisiensi pengeluaran yang belum dianggap terlalu penting,”ujarnya.

Cara itu, lanjut Iko, terpaksa ditempuh dalam upaya mempertahankan kelangsungan perusahaan. Sehingga perusahaan dapat berjalan dan berkontribusi baik kepada karyawannya, masyarakat dan Negara.

Iko menuturkan, meski efesiensi diberlakukan saat ini PTBA tidak akan melakukan tindakan pemutusan hubungan kerja atau PHK bagi karyawan.  “Managemen memang sendang efesien,  tapi kami komitmen tidak PHK kepada karyawan termasuk juga mitra,”tegasnya.

Lebih lanjut, Iko mengatakan, efesiensi juga berpengaruh terhadap penyaluran Corporater Sosial Responbility atau CSR perusahaan kepada masyarakat. “Penyaluran CSR juga ada penyesuaian karena efesiensi, tapi terkait rencana program kerja PTBA kedepan seperti hilirisasi batubara belum ada perubahan, tetap mengacu pada rencana sebelumnya,”jelasnya.NH

LEAVE A REPLY