Nunggak Rp 2,3 M, PDAM Stop Air Bersih ke Pelanggan di Pali

66

Nunggak Rp 2,3 M, PDAM Stop Air Bersih ke Pelanggan di Pali

Talangubi, Extranews —- Pelanggan air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pali yang selama mendistribusikan air bersih untuk warga Pali, berhenti operasional, Pasalnya, PDAM Muaraenim, sumber air bersih di PALI tidak lagi menyuplai air bersih. 

Penyetopan ini terkait dengan tinggalkan pelanggan dari Desember 2019 dan sudah memasuki bulan ketujuh. Akibatnya sekarang warga resah. Karena tidak semua pelanggan yang menunggak. Warga yang lancar membayar tagihan, walaupun kenyataan air tidak lancar juga, mengaku kecewa dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta PALI Anugerah, Justu PDAM membuat resa dan gelisa warga di kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Pasalnya, perusahaan yang bergerak di sektor distribusi air bersih tersebut tidak mengaliri sejak 1 Juli.

Masalah distribusi air bersih bukan persoalan baru bagi masyarakat di Kecamatan Talang Ubi, sudah sejak dilakukanya peralihan aset dari Muara Enim ke Kabupaten PALI. Beberapa bulan yang lalu, masalah air PAM tidak hidup juga terjadi. Bahkan tahun lalu, ketika air PAM macet, sejumlah ibu-ibu mendatangi kantor PDAM dan berdemo di kantor yang terletak di Golf Permai, kelurahan Handayani Mulya, kecamatan Talang Ubi sudah pernah terjadi.

“Ini bukan kali pertama pak, tapi suda biasa pak air macet seperti ini. Di PALI bukanlah hal yang baru. Sudah air jarang hidup, bayaran paling mahal se-Indonesia. Kami cuma minta pemerintah segera memberikan solusi kepada masyarakat. Jangan pas awal bulan, petugas PDAM lancar nagih kepada pelanggan. Sementara pelayanan terburuk terus kami alami,” ujar Rita, warga Kecamatan Talang Ubi, saat dibincangi awak media, Selasa (7/7/2020).

Sementara itu, dikonfirmasi ke direktur PDAM Tirta PALI Anugerah, Puryadi menjelaskan bahwa air bersih tidak mengalir ke pelanggan dikarenakan tidak lagi dikirim dari Kabupaten Muara Enim.

Hal itu dikarenakan terjadi keterlambatan pembayaran dari PDAM Tirta PALI Anugerah dengan PDAM Lematang Enim, Kabupaten Muara Enim.

“Kita belum bayar dari bulan Desember 2019 hingga Juni 2020. Total mencapai Rp 2,3 M. Adanya keterlambatan pembayaran dikarenakan banyak perbaikan kebocoran di jaringan pipa PDAM, serta masih banyaknya pelanggan yang belum bayar, dan over kapasitas pekerja juga bisa jadi salahsatu kendalanya,” jelas Puryadi, Senin (6/7/2020).

Kendati demikian, pihaknya akan segera mencari solusi agar air bersih kembali mengalir ke warga. “Kalau tidak ada halangan, Kamis mendatang kita coba mengambil air dari intake Muara Sungai. Kita berharap bersama, air PDAM kembali mengalir seperti sedia kala,” tukasnya.

Pihaknya juga terus berkomunikasi dengan PDAM Lematang Enim agar bisa segera mengirimkan air bersih ke PALI. “Pak direktur PDAM Lematang Enim sudah komitmen untuk membantu, dan akan segera dikirimkan. Hanya saja volume akan dikurangi, dan kemungkinan tidak lagi seminggu tiga kali,” tutupnya. Sumber kontributor Hab 

LEAVE A REPLY