DRA Resmi dan Sah Ketua Golkar Sumsel

56

DRA Resmi dan Sah Ketua Golkar Sumsel

Dodi Reza Alex Noerdin resmi dan sah memimpin DPD I Partai Golkar Sumsel periode 2020-2025, setelah memenangkan pertarungan melawan calon lain Andi Dinaldie.

Dodi Reza Alex menerima Pataka Partai Golkar usai memenangkan Musda Golkar Sumsel, Kamis (5/3).

Palembang, Extranews — Setelah melewati tahapan Musyawarah Daerah (Musda) X DPD I Partai Golkar Sumsel yang alot akhirnya, tadi malam, Kamis (5/3), Dodi Reza Alex Noerdin terpilih menjadi Ketua DPD I Golkar Sumsel menggantikan Ketua sebelumnya yakni Alex Noerdin.

Pada rangkaian sidang Musda X DPD I Golkar Sumsel dipimpin oleh Wakil Ketua DPP Golkar Nurdin Khalid, Anita Noeringhati, Muhammad Zaidan, Hasbi Assidiqi, dan David Aljufri mengalami banyak dinamika bahkan diramaikan aksi walk out (WO) oleh beberapa DPD II Golkar yang menentang hasil Musda X Golkar Sumsel.

Dodi Reza Alex Noerdin berhasil mengantongi 8 suara sah sementara sang rival Andi Dinaldie mengantongi 2 suara sah, dan 11 suara dinyatakan tidak sah karena memberikan dua dukungan dan 2 dukungan tidak sah karena ada dualisme kepemimpinan.

“Secara resmi hasil Musda X DPD Golkar Sumsel ini saudara Dodi Reza dinyatakan resmi memenangkan pemilihan Ketua DPD I Golkar Sumsel,” ungkap Wakil Ketua Umum DPP Golkar, Nurdin Khalid.

Nurdin Khalid menegaskan, rangkaian Musda X DPD I Golkar Sumsel ini sudah berdasarkan juklak dan aturan yang selama ini dipatuhi oleh Partai Golkar. “Kalau soal berbeda pandangan itu hal biasa, yang paling penting Musda ini sudah berakhir dan sesuai aturan,” cetusnya.

Nurdin mengimbau, agar kiranya pihak DPD I Golkar Sumsel nantinya membawa persoalan pihak yang WO ke Majelis Etik DPP Partai Golkar. “Karena tindakan tersebut melanggar etik, tentu harus ditindak dan diberikan sanksi,” tegasnya.
Ketua SC Anita Noeringhati, menjelaskan, Partai Golkar harus memberikan contoh taat asas terhadap AD/ART partai Golkar.
“DPD Golkar patut memberikan contoh dalam berdemokrasi dan mengedepankan aturan dan etika untuk disiplin,” jelas Anita tadi malam, setelah proses pemilihan ketua.
Sementara itu, Ketua DPD I Golkar Sumsel Terpilih Dodi Reza Alex Noerdin mengatakan, proses Musda X DPD I Golkar Sumsel sudah sangat demokratis dan berjalan sebagaimana mestinya. “Alhamdulillah, amanah ini akan saya jalankan sebaik-baiknya demi membawa nama baik DPD I Golkar Sumsel,” ucapnya.

Dodi menambahkan, akan merangkul generasi millennial dan bersinergi dengan Kader-Kader senior Golkar.

Doktor dari Universitas Padjajaran ini juga menambahkan, saat ini DPD Golkar Sumsel sudah sangat baik dan cemerlang tentu harus dipertahankan dan diisi oleh orang-orang yang berkompeten.

“Suara Golkar ini suara rakyat, Golkar harus terus memberikan kontribusi positif untuk bangsa ini khususnya di Sumsel,” tegasnya.

Tugas ke depan, lanjut Dodi, dirinya bersama pengurus DPD I Golkar Sumsel akan memanaskan mesin partai untuk menghadapi proses Pilkada serentak. “Ini tugas yang akan dihadapi ke depan, tentu butuh kekompakan dan kesolidan pengurus DPD I Golkar Sumsel,” pungkasnya.

Massa dari Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) semakin banyak dan melakukan aksi demo di lokasi pelaksanaan Musda X Golkar Sumsel yakni di Hotel Santika Premiere, Kamis (5/3).
Sementara itu, pada siangnya, massa dari Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) semakin banyak dan melakukan aksi demo di lokasi pelaksanaan Musda X Golkar Sumsel yakni di Hotel Santika Premiere, Kamis (5/3).
Organisasi sayap partai Golkar ini merasa tidak dilibatkan dalam pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) X DPD I Golkar Sumsel.
Pantauan di lokasi, tampak ratusan massa mengenakan atribut AMPI meneriakan aspirasi mereka.
Massa mendapat pengawalan ketat dari Anggota Polresta Palembang yang dipimpin langsung Kapolresta Palembang Kombes Pol Anom Setyadji.
Dikatakannya, pihak AMPI meminta agar sekitar 50 anggota AMPI diperbolehkan ikut serta dalak rangkaian Musda X Golkar Sumsel.
“Kami ingin mengamankan ketua AMPI Andie Dinaldie yang saat ini juga calon Ketua DPD Golkar Sumsel,” tegasnya.
Sementara itu, ratusan massa tersebut ditemui langsung oleh anggota OC Musda X DPD I Golkar Sumsel, Augie Bunyamin.
Ia mengatakan, perwakilan AMPI hanya diperkenankan masuk perwakilan saja berkisar tiga orang.
“Kalau puluhan tidak bisa,” kata Augie.
Sementara, setelah melakukan rapat bersama pihak kepolisian (Kapolrestabes), panitia dan perwakilan massa dari AMPI (Yudha Bule).
Akhirnya, sidang tetap dilanjutkan, dan anggota AMPG yang bertugas melakukan pengamanan dalam (Pamdal) harus keluar dari ruang sidang, kecuali 20 anggota AMPG dari pusat, dan 5 perwakilan AMPI ikut melakukan pengamanan di dalam.
Dinamika sidang yang luar biasa, menurut Ketua DPD Partai Golkar Prabumulih, Ridho Yahya, situasi di Musyawarah Daerah (Musda) ke X Golkar Sumsel Kamis (5/3).
Ia sendiri enggan maju sebagai calon bersama kakak (Mawardi Yahya) saat ini, karena tak ingin partai Golkar terpecah belah, karena memaksakan untuk jadi ketua.
Namun, nyatanya mundurnya mereka jadi bursa calon, tetap tidak menurunkan tensi persaingan yang ada.
Ridho Yahya mengakui salah satu yang menyebabkan paripurna kelima menjadi alot karena adanya dukungan ganda, terutama dari ormas yang melahirkan maupun yang dikahirkan Partai Golkar.
“Pembahasan terkait dukungan ganda sudah mulai alot mulai sejak tadi malam, sudah digugurkan. Hari ini mereka gugat lagi,” kata  Ridho kepada awak media disela-sela ishoma di arena Musda X DPD Partai Golkar Sumsel di Hotel Santika Premiere, Kamis (5/3).
Misal, untuk Ormas MKGR yang kepengurusannya ganda di tingkat provinsi. Ridho tak menampik perhelatan Musda X kali ini paling berat dibandingkan musda-musda sebelumnya. Karena ada dua kandidat yang bersaing ketat dimana peroleh dukungan suara kedua yang juga ketat. “Baiknya memang perlu diteliti agar jangan sampai memunculkan masalah di kemudian hari,” kata Walikota Prabumulih ini.
Sementara, untuk DPD hanya DPD Partai Golkar OKU yang bermasalah karena adanya dua Surat Keputusan (SK) Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar OKU sepeninggal Johan Anuar yang kini terbelit perkara hukum dan mendekam  di sel tahanan. Terkait tahapan verifikasi dukungan dari ormas ini dan DPD OKU ini yang masuk di paripurna V yang paling alot pembahasannya.
“Masih alot pembahasan seputar dualisme kepengurusan di DPD Partai Golkar OKU. Kalau yang ormas sudah selesai tadi,” ungkap salah seorang anggota SC Musda Partai Golkar Sumsel, Alamsyah.  Dudi/fk

LEAVE A REPLY