PT Bukit Asam Tbk dan PT Kereta Api (Persero) Tandatangani Perjanjian terkait Pengembangan Angkutan Batubara

180

 

PT Bukit Asam Tbk dan PT Kereta Api (Persero) Tandatangani Perjanjian
terkait Pengembangan Angkutan Batubara

Jakarta, Extranews —
PT Bukit Asam Tbk dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) menandatangani Perjanjian bersama
mengenai Perjanjian Kerangka Kerjasama (Framework Agreement) Pengembangan Angkutan
Batubara Kereta Api Jalur Tanjung Enim Baru-Prajin dan Jalur Tanjung Enim Baru-Tarahan
(Second Line), Rencana Jangka Panjang (RJP) Angkutan Batubara 2018 – 2027, dan Keputusan
Bersama Direksi PTBA – PT KAI tentang Tim Bersama Pengembangan Angkutan Batubara
dengan Kereta Api Jalur Tanjung Enim Baru – Prajin dan Tanjung Enim Baru – Tarahan (Second
Line).
Penandatanganan ini dilakukan Direktur Utama PTBA, Arviyan Arifin dan Direktur Utama PT
KAI, Edi Sukmoro pada acara perayaan HUT PT KAI yang ke-73 di Pusdiklat PT KAI Bandung,
Sabtu (29/9).
Melalui perjanjian ini, sasaran strategis yang akan dicapai adalah peningkatan angkutan batubara
dalam kurun waktu 2018-2027, yang dengan rencana pengembangan kapasitas angkutan
batubara Tanjung Enim Baru – Prajin dan Tanjung Enim Baru – Tarahan (Second Line) akan
menambah total kapasitas angkutan batubara menjadi 60 juta ton per tahun yang direncanakan
beroperasi mulai tahun 2023.
Nantinya angkutan batubara jalur Tanjung Enim Baru – Prajin memiliki kapasitas minimal 10
juta ton per tahun dan jalur Tanjung Enim Baru – Tarahan (Second Line) memiliki kapasitas
minimal 20 juta ton pwr tahun. Kedua jalur tersebut kini sedang memasuki tahap studi kelayakan
dan mulai beroperasi di tahun 2023.
Saat ini, PTBA dan PT KAI telah mengoperasikan angkutan batubara jalur Tanjung Enim –
Tarahan dengan kapasitas 25 juta ton per tahun dan jalur Tanjung Enim – Dermaga Kertapati
dengan kapasitas 5 juta ton per tahun, sehingga pada tahun 2023, angkutan batubara akan
memiliki total kapasitas 60 juta ton per tahun.
Untuk menunjang kelancaran jalannya pengembangan kapasitas angkutan batubara, maka PTBA
dan PT KAI bersepakat membentuk Tim Bersama Pengembangan Angkutan Batubara untuk
kedua jalur baru ini.
Tim Bersama ini yang akan melakukan studi kelayakan dan tugas lainnya dalam pengembangan
angkutan batubara Tanjung Enim Baru – Prajin serta Tanjung Enim Baru – Tarahan. rel

LEAVE A REPLY