Kanwil DJP: Masih Sulit Membangun Kesadaran Warga Bayar Pajak

231

Palembang, Extranews | Tingkat kesadaran masyarakat untuk membayar pajak masih rendah, idealnya dari jumlah wajib pajak seharusnya 100 WP harus patuh membayar pajak. Oleh karena itu dengan kerja sama PWI bisa membantu sosialisasi perpajakan.

Kakanwil DJP Sumsel dan Babel, M Ismiransyah M Zain, menjelaskan, dalam lima tahun terakhir, target pajak tidak tercapai. Salah satu penyebabnya, rendahnya tingkat kepatuhan wajib pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakan. Misalnya 257 juta populasi obyek pajak, dan 30,08 WP obyek pajak terdaftar, dan 1,55 juta WP yang bayar. Sedangkan 2,68 WP terdaftar untuk badan, dan 699 ribu lapor SPT dan 421 ribu WP yang bayar.

Menurut Rendy, panggilan akrab Kakanwil Pajak Sumsel dan Babel, soal pentingnya pajak sebagai sumber keuangan negara. Beberapa pajak pusat diantaranya , PPh (pajak penghasilan dikenakan atas penghasilan yang diterima), pajak pertambahan nilai dan pajak penjualan atas barang mewah. Terus ada bea materai pajak atas pemanfaatan dokumen tertentu. Beberapa pajak daerah , pajak PKB, bea balik nama kendaraan bermotor, pajak bahan bakar kendaraan bermotor, pajak air permukaan dan pajak rokok.

Menurut Ismiransyah , pajak salah satu sumber pembiayaan negara, ada juga pinjaman luar negeri dan dalam negeri, kemudian menjual sumber daya alam.
Gerakan sosialisasi pajak untuk meningkatkan peran media dalam membantu meningkatkan kesadaran masyarakat.

Ketua Bidang P2 Humas DJP Sumsel dan Kepulauan Babel, Nelson Samosir menjelaskan, acara ini untuk meningkatkan sinergi dengan media dan sosialisasi perpajakan.

Ketua PWI Sumsel, Ocktaf Riady dalam sambutannya menjelaskan,sebagai pemilik media sudah seharusnya taat dan membayar pajak. Dengan banyak berita hoax dan dengan sosialisasi pajak meningkatkan kesadaran wartawan untuk peduli dan membayar pajak. Menurut Ocktaf, masih banyak wartawan yang belum paham terkait cara melaporkan pajak. rel

LEAVE A REPLY